Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan meresmikan operasional laboratorium penguji kontaminasi radioaktif untuk komoditas hasil laut di Balai Uji Standar Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BUSPM), Cipayung, Jakarta Timur.
Plt Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan KKP, Ishartini mengatakan laboratorium uji radioaktif produk perikanan pertama di Asia Tenggara ini sebagai bagian dari laboratorium uji mutu yang memiliki ruang lingkup radioaktif termasuk Cesium-137.
Laboratorium ini melengkapi fasilitas laboratorium uji mutu sehingga dapat memastikan standar mutu keamanan yang pada akhirnya meningkatkan daya saing produk perikanan RI di pasar ekspor. Saat ini Lab ini digunakan untuk komoditas udang dengan tujuan ke Amerika Serikat namun KKP memastikan Laboratorium ini bisa memperluas cakupan pengujian untuk komoditas lainnya.
Fasilitas dan sertifikasi uji mutu bebas Cs-137 ini tentu saja disambut baik oleh 1 juta penambak dan pengusaha udang guna memberikan kepastian bagi keamanan udang yang akan diekspor ke AS.
KKP mencatat jumlah ekspor udang RI setelah temuan kasus Cs-137 telah mencapai 4.421 kontainer setara 64.160 ton senilai Rp 10,85 Triliun yang berhasil masuk AS melalui sertifikasi bebas Cs-137
Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Plt Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan KKP, Ishartini dalam Squawk Box CNBC Indonesi (Kamis, 02/07/2026)
Add as a preferredsource on Google



