Perusahaan Australia Siap Investasi Rp6,2Triliun, Perkuat Rantai Pasok Industri Baterai RI

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Investasi tersebut diharapkan menjadi pelengkap mata rantai industri baterai kendaraan listrik nasional yang masih belum berkembang di dalam negeri.

Perusahaan Australia Siap Investasi Rp6,2Triliun, Perkuat Rantai Pasok Industri Baterai RI. Foto: iNews Media Group.

IDXChanel - Investor asal Australia, Pure Battery Technologies (PBT), berencana menanamkan investasi sekitar USD350 juta atau sekitar Rp6,2 triliun untuk membangun fasilitas produksi precursor Cathode Active Material (pCAM) di Indonesia. 

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengatakan, investasi tersebut diharapkan menjadi pelengkap mata rantai industri baterai kendaraan listrik nasional yang masih belum berkembang di dalam negeri.

Baca Juga:
Pasokan Sulfur Tersendat, Produsen Nikel Indonesia Pangkas Output Bahan Baterai

"Indonesia sudah memiliki HPAL dan akan segera memiliki manufaktur sel baterai. Mata rantai yang tersisa adalah pCAM dan katoda. Di sinilah investasi seperti Pure Battery Technologies menjadi krusial untuk melengkapi ekosistem baterai yang terintegrasi penuh," kata Todotua dalam keterangan resmi, Kamis (2/7/2026). 

Menurutnya, pembangunan industri pCAM akan memperkuat hilirisasi nikel sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut di dalam negeri. Selama ini, tahap produksi battery precursor masih menjadi mata rantai yang belum dikembangkan di Indonesia, padahal merupakan salah satu tahapan dengan penciptaan nilai ekonomi tertinggi dalam rantai industri nikel.

Baca Juga:
Ekspor EV, Baterai, dan Sel Surya China Melesat Berkat Perang AS-Iran

Dengan hadirnya industri pCAM, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga mampu mengolah nikel hingga menghasilkan material bernilai tinggi untuk kebutuhan industri baterai kendaraan listrik.

Direktur Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Sydney Leidy Surianingrat mengatakan pihaknya akan terus memfasilitasi proses realisasi investasi PBT, termasuk menghubungkan perusahaan dengan pemangku kepentingan pemerintah serta calon mitra strategis di Indonesia.

Baca Juga:
Persiapan Sudah 90 Persen, Pabrik Baterai Listrik IBC Siap Beroperasi

Selain membahas rencana pembangunan fasilitas produksi, kedua pihak juga mendiskusikan pendirian badan hukum PBT di Indonesia, pilihan lokasi investasi, skema pembiayaan proyek, serta peluang kemitraan dengan pelaku usaha di sektor pertambangan dan pengolahan nikel.

Pemerintah berharap investasi tersebut dapat memperkuat rantai pasok industri baterai kendaraan listrik nasional dari hulu hingga hilir sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu pusat ekosistem baterai global.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penjualan Mulai Pulih, Registrasi Unit EV Tesla di Eropa Meningkat Sepanjang Juni
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Ajukan Praperadilan, Lodewyk Pusung Klaim Penangkapannya Tidak Sah di Kasus Korupsi MBG
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Foto: Dihiasi Kartu Merah, AS Menang 2-0 Atas Bosnia
• 13 menit lalukumparan.com
thumb
Dokter Tifa Didakwa Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik dan UU ITE dalam Kasus Ijazah Jokowi
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Line Up dan Link Live Streaming Amerika Serikat vs Bosnia di Piala Dunia 2026
• 8 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.