Mazda Akui MX-30 Kurang Diminati, Siapkan Mobil Listrik Baru Tahun Ini

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Sudah satu tahun terakhir Mazda tak lagi menjual atau menerima pemesanan mobil listrik MX-30 di Indonesia. Selain karena sudah tidak lagi diproduksi secara global, model battery electric vehicle (BEV) pertama jenama Jepang itu juga minim diserap pasar.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), model elektrik murni itu hanya tersalurkan dari pabrik ke diler atau penjualan wholesales sebanyak 3 unit sepanjang 2024. Sementara selama 2025 totalnya cuma 5 unit.

"Ya memang untuk MX-30 kita itu tidak menjual banyak. Waktu itu kita cuma bawa sekitar 20 unit, ya. Memang hanya itu saja," kata Chief Operating Officer (COO) PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), Ricky Thio ditemui di Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).

Ricky membeberkan kala itu pihaknya memboyong MX-30 ke Tanah Air untuk menunjukkan kepada publik bahwa Mazda punya teknologi elektrifikasi. Menyoal angka penjualannya, ia mengungkapkan ada beberapa alasan.

"Tetapi mungkin, (MX-30) belum terlalu cocok untuk Indonesia karena harganya mahal. Baterainya juga masih yang masih range terbatas cuma sekitar 200 kilometer," jelasnya.

Mazda Indonesia siapkan model elektrifikasi baru

Kendati begitu, Ricky menegaskan bahwa Mazda tetap akan menghadirkan model elektrifikasinya. Sinyalnya kemungkinan berupa mobil listrik lagi yang akan meluncur tahun ini, model paling mendekati ada Mazda 6e.

"Iya (dalam waktu dekat). Kita akan membawa kita punya EV (Electric Vehicle) yang dirakit Changan, itu betul. Memang kita akan segera masukkan yang itu," ucapnya lagi.

Disinggung kepastian jadwal peluncurannya, Ricky masih enggan membeberkannya lebih lanjut. Namun pria yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur Mazda Indonesia ini mengamini adanya produk baru di gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS).

"Tahun ini (peluncuran mobil baru Mazda)," tutup Ricky singkat.

Sebelumnya, nama Mazda 6e sudah muncul dalam daftar Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), mengindikasikan peluang kehadiran sedan listrik tersebut di Tanah Air.

Mobil listrik Mazda 6e atau EZ-6 sudah terdaftar di Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 11 Tahun 2026 dengan besaran Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) mulai Rp 413 juta.

Sebagai catatan, angka NJKB bukan menjadi acuan harga jual yang akan ditebus konsumen. Sebab, belum termasuk besaran sejumlah elemen pajak.

Selain itu, versi dari setir kanan (right handed drive) Mazda 6e juga sudah mendarat di Thailand. Model ini menggunakan rancang bangun mobil listrik lansiran Changan Automobile dan telah dijual sejak Oktober 2024, dikutip Car News China.

Kendati dirancang bersama pabrikan Tiongkok, Mazda 6e tetap mengusung karakter Kodo Design sebagai ciri khas Mazda. Walau dengan pendekatan yang lebih futuristik.

Spesifikasi teknis Mazda 6e cukup kompetitif. Ia punya baterai 78 kWh dengan daya tempuh 560 kilometer dalam satu kali cas. Kemampuan DC fast charging Mazda 6e mampu mengisi daya dari 30-80 persen hanya dalam 15 menit.

Tenaga yang dihasilkan dari motor penggerak di sumbu roda belakang mencapai 254 dk dan torsi 290 Nm. Format tersebut cukup berbeda dibandingkan mayoritas Mazda modern yang mengadopsi penggerak roda depan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Live Sidang Dugaan Ijazah Palsu Diizinkan PN Jakarta Timur, Bagian Ini yang Tidak Boleh Disiarkan
• 1 jam laludisway.id
thumb
BSI (BRIS) Optimitis Penuhi Target Free Float 15 Persen, Siap Ikuti Keputusan Pengendali
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
DPR-Danantara Bahas DDMF, Ini Peran Lembaga Baru Pendanaan Proyek Strategis
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Harga Emas di Makassar Mengalami Penurunan
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
[FULL] Wamenhan Bicara soal Alasan Adakan Latsarmil hingga Penyebab 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal
• 18 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.