Sepiring Indonesia-Selandia Baru dalam Perayaan Matariki

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

 

Asinan Betawi memberi kesan sayur berpadu dengan saus kacang asam manis segar. Kali ini, asinan Betawi disajikan sebagai camilan dalam gelas mungil dengan tambahan taburan keju parmesan dan simping mungil.

Deretan hidangan Indonesia yang dipadukan dengan produk-produk Selandia Baru benar-benar menjadi bintang dalam perayaan Matariki, Tahun Baru Maori, yang dirayakan Kedutaan Besar Selandia Baru di Jakarta, Selasa (30/6/2026) malam.

Hidangan utamanya, sate ikan saus kari. Potongan ikan baramundi dipanggang dengan butter serta disajikan dengan kuah kari yang dimasak dengan krim masak. Selain itu, masih ada bebek goreng bumbu hitam yang dipadukan dengan sambal mangga krim asam, sapi panggang saus semur yang menggunakan striploin asal Selandia Baru, serta bakwan jagung yang disajikan dengan sambal roa butter.

Dalam hidangan itu, tentu butter, krim masak, dan produk kejunya berasal dari Anchor, jenama penghasil produk susu asal Selandia Baru. Adapun krim asam berjenama Tatua, sedangkan simpingnya adalah Rutherford & Meyer Crackers.

Tentu saja masih ada madu manuka yang khas Selandia Baru serta apel Dazzle, buah kiwi Zespri, dan coklat Whittaker yang juga dimanfaatkan dalam beragam menu yang dihidangkan.

Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia Philip Taula mengatakan, perayaan Matariki adalah perayaan untuk mengingat masa lalu, merayakan masa kini, dan menyongsong masa depan.

Bagi masyarakat Maori, Matariki ditandai dengan gugusan bintang Pleiades yang muncul di langit malam pada pertengahan musim dingin. Gugus bintang ini menandai dimulainya Tahun Baru dalam kalendar lunar tradisional Maori, Maramataka.

Masyarakat Maori yang sangat komunal seperti masyarakat Indonesia biasa merayakan Matariki bersama keluarga besar. Mereka mengenang pula para pendahulu, sembari merefleksikan apa yang sudah dilakukan, apa yang dikerjakan saat ini, serta menyiapkan tujuan ke depan.

Perayaan tak lepas dari makanan dan hubungan termasuk hubungan antarbangsa bisa dimulai dari perut, melalui makanan enak. Dari makanan, Philip meyakini hubungan Indonesia dan Selandia Baru akan semakin kuat. Apalagi, Indonesia dan Selandia Baru berbagi semangat kerja sama di bidang agrikultur, keamanan pangan, keamanan energi, kerja sama keamanan, sampai hubungan antarmanusia.

Produk Selandia Baru pun semakin diterima di Indonesia. Ekspor produk susu kambing, misalnya, terus meningkat dua kali lipat setiap tahun. Penjualan keju yang bukan makanan tradisional Indonesia pun terus berkembang.

Saat ini, total volume perdagangan kedua negara sudah mencapai 4 miliar dolar Selandia Baru (sekitar Rp 40 triliun). Philip mengatakan, Selandia Baru mengekspor produk lebih banyak, tetapi bila ditambah jasa seperti pariwisata, neraca perdagangan Indonesia-Selandia Baru berimbang.

“Kami menargetkan 6 miliar dolar Selandia Baru (total volume perdagangan) pada 2029,” ujar Philip kepada wartawan di sela perayaan Matariki.

Komisaris Perdagangan Selandia Baru Caecilia Shand juga menyebut penggunaan bahan pangan Indonesia dan Selandia Baru menjadi simbol hubungan yang erat. “Kami bangga dapat menampilkan kualitas, inovasi, dan keberlanjutan di balik produk-produk Selandia Baru sekaligus merayakan kemitraan yang kuat dan terus berkembang antara Selandia Baru dan Indonesia, tuturnya.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Samoa, Tonga, Kepulauan Cook, dan Niue Tantowi Yahya yang juga hadir dalam acara tersebut menyebut diplomasi kuliner sebagai salah satu langkah penting. “Diplomasi kuliner itu dari lidah ke hati. Semua harus mulai dari perut,” ujarnya.

Baca JugaMatariki, Lintang Kartika, dan Subaru yang Cemerlang

Dia pun mengenang saat dia menjabat Duta Besar mulai 2017, setahun setelahnya diselenggarakan festival Indonesia di Samoa. Saat itu, dua chef asal Indonesia yang bekerja di Wellington, Selandia Baru, ikut diboyong untuk memasak gado-gado, gudeg, serta menyajikan es teler dengan bahan asli dari Samoa.

Festival itu mengenalkan sekaligus mendekatkan Indonesia pada Samoa melalui kuliner. Di perayaan Matariki, Tantowi pun dkejutkan dengan banyaknya masakan Indonesia yang bisa dipadukan dengan produk Selandia Baru. 

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Haikal Hassan yang hadir dalam acara ini bersama Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar pun menceritakan hubungan Indonesia-Selandia Baru sudah berjalan lama terutama dalam memaknai halal. Apalagi, definisi halal saat ini terus bertransformasi, bukan lagi sekadar simbol agama.

“Di Amerika, halal disebut simbol kesehatan. Saat ke Australia, mereka menyebut halal sebagai kepuasan konsumen, di Eropa dinilai sebagai makanan elite sebab prosesnya kan lebih bersih,” tuturnya dalam bahasa Inggris.

Haikal pun menambahkan, di Selandia Baru, halal dimaknai sebagai berkualitas tinggi dan proses yang bersih. Haikal sendiri memastikan halal berarti ada transparansi, traceability (keterlacakan), dan trust (kepercayaan).

Dari hidangan-hidangan di meja makan itu, hubungan kedua negara erat terjalin. Tepat seperti lagu yang dinyanyikan Philip Taula dengan para staf Kedutaan Selandia Baru serta Tantowi, Tutira Mai Nga Iwi. Semua bangsa perlu bersatu, mencari ilmu dan berbagi kasih sayang.

Tūtira mai ngā iwi
Tātou tātou e
Tūtira mai ngā iwi
Tātou tātou e
Whai-a te marama-tanga
Me te aroha – e ngā iwi!
Ki-a k’tapa-tahi,
Ki-a ko-tahi rā.
Tātou tātou e.

 

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hyolyn Siap Sambut Musim Panas dengan Comeback Terbaru
• 7 jam lalubeautynesia.id
thumb
Perkuat Fondasi Energi di Jatim, Komut Pertamina Dorong Transformasi dan Aspek HSSE
• 13 jam lalujpnn.com
thumb
KPK buru aliran dana pemerasan izin tinggal WNA ke Jatim dan Bali
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Pajak Marketplace Mulai 1 Agustus, Pedagang Beromzet di Bawah Rp500 Juta Dipastikan Tak Kena PPh 0,5 Persen
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
KPK Sebut Kasus Bupati Kuansing Coreng Nilai Luhur Pacu Jalur
• 11 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.