Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto nampak kaget saat diberi sebuah pulpen oleh Presiden Belarus Alexandr Lukashenko usai prosesi penandatanganan buku tamu kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis.
Sebagaimana tayangan langsung YouTube Sekretariat Presiden, momen tersebut terjadi setelah Lukashenko menandatangani buku tamu kenegaraan di Ruang Kredensial.
Pulpen yang dia gunakan untuk menulis kemudian diberikan kepada Prabowo. Prabowo nampak sedikit terkejut, lalu menerimanya dan menyimpan pulpen berwarna hitam dan emas tersebut di saku jasnya.
Kedua pemimpin negara lalu berjabat tangan dan mengikuti sesi foto bersama sebagai simbol persahabatan Indonesia dan Belarus.
Prosesi penandatanganan buku tamu dan foto bersama berlangsung setelah kedua pemimpin negara saling memperkenalkan delegasi.
Sebelumnya, Prabowo memperkenalkan jajaran delegasi Indonesia yang mendampinginya, di antaranya Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Selanjutnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Lukashenko kemudian memperkenalkan delegasi Belarus, antara lain kedua putranya yakni Dmitry Lukashenko dan Nikolai Lukashenko, Wakil Perdana Menteri Viktor Karankevich, Menteri Luar Negeri Maxim Ryzhenkov, Wakil Ketua Pertama Dewan Bank Nasional Alexandr Yegorov, serta Ketua Presidium Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Uladzimir Karanik.
Setelah rangkaian penyambutan, Prabowo dan Lukashenko menggelar pertemuan empat mata di ruang kerja Presiden.
Salah satu agenda kunjungan kenegaraan Presiden Lukashenko adalah peluncuran "Road Map for Bilateral Cooperation 2026–2030" sebagai kerangka penguatan kerja sama kedua negara di bidang ekonomi, pertanian, ketahanan pangan, kebudayaan, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
Belarus merupakan salah satu mitra penting Indonesia di kawasan Eurasia sekaligus anggota kunci Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/EAEU). Indonesia dan EAEU telah menandatangani perjanjian perdagangan bebas Indonesia-EAEU pada Desember 2025.
Baca juga: Prabowo sambut Presiden Belarus di Istana Merdeka
Baca juga: Menlu: Potensi kerja sama ekonomi RI-Belarus capai 500 juta dolar AS
Baca juga: Menlu: Presiden Belarus menginap di Istana Merdeka selama kunjungan
Sebagaimana tayangan langsung YouTube Sekretariat Presiden, momen tersebut terjadi setelah Lukashenko menandatangani buku tamu kenegaraan di Ruang Kredensial.
Pulpen yang dia gunakan untuk menulis kemudian diberikan kepada Prabowo. Prabowo nampak sedikit terkejut, lalu menerimanya dan menyimpan pulpen berwarna hitam dan emas tersebut di saku jasnya.
Kedua pemimpin negara lalu berjabat tangan dan mengikuti sesi foto bersama sebagai simbol persahabatan Indonesia dan Belarus.
Prosesi penandatanganan buku tamu dan foto bersama berlangsung setelah kedua pemimpin negara saling memperkenalkan delegasi.
Sebelumnya, Prabowo memperkenalkan jajaran delegasi Indonesia yang mendampinginya, di antaranya Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Selanjutnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Lukashenko kemudian memperkenalkan delegasi Belarus, antara lain kedua putranya yakni Dmitry Lukashenko dan Nikolai Lukashenko, Wakil Perdana Menteri Viktor Karankevich, Menteri Luar Negeri Maxim Ryzhenkov, Wakil Ketua Pertama Dewan Bank Nasional Alexandr Yegorov, serta Ketua Presidium Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Uladzimir Karanik.
Setelah rangkaian penyambutan, Prabowo dan Lukashenko menggelar pertemuan empat mata di ruang kerja Presiden.
Salah satu agenda kunjungan kenegaraan Presiden Lukashenko adalah peluncuran "Road Map for Bilateral Cooperation 2026–2030" sebagai kerangka penguatan kerja sama kedua negara di bidang ekonomi, pertanian, ketahanan pangan, kebudayaan, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
Belarus merupakan salah satu mitra penting Indonesia di kawasan Eurasia sekaligus anggota kunci Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/EAEU). Indonesia dan EAEU telah menandatangani perjanjian perdagangan bebas Indonesia-EAEU pada Desember 2025.
Baca juga: Prabowo sambut Presiden Belarus di Istana Merdeka
Baca juga: Menlu: Potensi kerja sama ekonomi RI-Belarus capai 500 juta dolar AS
Baca juga: Menlu: Presiden Belarus menginap di Istana Merdeka selama kunjungan





