Pelatih Austria Bongkar Cara Hentikan Lamine Yamal, Spanyol Dapat Ancaman Serius di Piala Dunia 2026

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Austria bersiap menghadapi tantangan besar saat bertemu Spanyol pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Duel yang akan berlangsung pada Jumat (2/7/2026) itu diprediksi berlangsung sengit mengingat kedua tim sama-sama tampil impresif sejak fase grup.

Jelang pertandingan krusial tersebut, pelatih Austria Ralf Rangnick menegaskan bahwa salah satu fokus utama timnya adalah membatasi pergerakan bintang muda Spanyol, Lamine Yamal. Winger berusia 18 tahun itu dinilai sebagai pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan hanya dalam beberapa momen.

Baca Juga :
Meksiko Terancam Sanksi FIFA Meski Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026, Ulah Suporter Jadi Penyebab
Rangkuman 16 Besar Piala Dunia 2026: Inggris Berdarah-darah, Belgia Bangkit, Jalan Amerika Serikat Terlalu Mulus

Yamal memang belum tampil penuh sepanjang Piala Dunia 2026. Setelah sempat mengalami cedera hamstring pada April lalu, tim pelatih Spanyol memilih mengelola menit bermainnya secara hati-hati agar kondisinya tetap prima hingga fase gugur.

Meski hanya tampil selama 141 menit di babak penyisihan grup, pemain Barcelona tersebut tetap mampu menunjukkan kualitasnya. Ia sudah menyumbang satu gol dan beberapa kali menjadi motor serangan La Furia Roja.

Rangnick mengakui Yamal merupakan salah satu talenta terbaik yang dimiliki sepak bola dunia saat ini. Menurutnya, hampir semua pencinta sepak bola menikmati aksi pemain muda tersebut setiap kali berada di lapangan.

"Lamine Yamal adalah pemain yang luar biasa, dan dia akan tetap menjadi pemain yang luar biasa selama 12, 13, atau 14 tahun ke depan, bahkan mungkin lebih lama lagi," kata Rangnick kepada wartawan dikutip dari Reuters.

"Jika dia tetap sehat dan berpikiran jernih, dia bisa memainkan banyak pertandingan," lanjutnya.

Meski memberikan pujian tinggi, mantan pelatih Manchester United itu menegaskan Austria tidak akan memberikan ruang bagi Yamal untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Strategi meredam kreativitas sang winger menjadi salah satu kunci yang telah disiapkan tim pelatih.

"Dia adalah salah satu pemain yang akan kami awasi dengan sangat cermat besok, agar dia tidak diberi banyak ruang atau terlalu banyak kesempatan untuk memulai aksi dribbling-nya," katanya.

"Dia adalah pemain yang disukai oleh semua penggemar sepak bola, dari mana pun mereka berasal. Tetapi tugas kita besok adalah membiarkan dia menguasai bola sesedikit mungkin," sambungnya.

Baca Juga :
Pelatih Norwegia Ultimatum Brasil: Carlo Ancelotti, Kami Datang!
Pengakuan Mengejutkan Romelu Lukaku saat Belgia Singkirkan Senegal
Heboh, Laporan Keuangan Ungkap Trump Terima Tiket Rp269,7 Juta dari Presiden FIFA

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Sesi 1 Menguat 1,7% ke 5.792, Tertinggi di Bursa Asia
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
PSSI Inspeksi Rumput Stadion Pakansari Jelang Piala AFF 2026: Sangat Terjaga, Sesuai Standar
• 19 jam lalubola.com
thumb
Inflasi Sulsel Juni 0,36 Persen, Dipicu BBM dan Tiket Pesawat
• 23 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Buruh Tuntut Pajak JHT Dihapus, Ini Respons Direktorat Jendral Pajak
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Driver Minta Pemerintah Tak Hanya Atur Potongan Komisi, tapi Juga Payung Hukum
• 22 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.