Jakarta, tvOnenews.com - Kemampuan untuk mengingat informasi, menjaga konsentrasi, dan memproses berbagai hal dengan cepat merupakan bagian penting dari fungsi kognitif manusia. Menariknya, penelitian ilmiah berjudul “Molecular Insights into the Benefits of Nicotine on Memory and Cognition”, menunjukkan bahwa nikotin memiliki peran dalam memengaruhi kemampuan berpikir (fungsi kognitif) melalui mekanisme biologis yang terjadi di otak.
Sontak, temuan ini menuai perbincangan publik. Pasalnya, tak sedikit menilai nikotin bisa mempengaruhi Kesehatan.
Bahkan, temuan ini membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai nikotin dari perspektif sains.
Ahmad Alhowail dari Department of Pharmacology and Toxicology, College of Pharmacy, Qassim University, Arab Saudi menjelaskan nikotin dapat membantu memperbaiki gangguan kognitif pada pasien alzheimer serta gangguan memori dan pergerakan pada pasien Parkinson.
"Nikotin bekerja dengan memengaruhi berbagai mekanisme di dalam otak yang berperan dalam proses belajar, mengingat informasi, dan menjaga kesehatan sel saraf, sehingga dapat membantu mempertahankan fungsi kognitif," jelasnya.
Selain pada penyakit penurunan fungsi saraf, nikotin juga ditemukan berpotensi membantu memperbaiki gangguan memori yang disebabkan oleh kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme), kurang tidur, dan stres kronis.
"Pada individu sehat, nikotin dapat mendukung proses pembentukan memori dan meningkatkan kemampuan otak dalam menyimpan informasi melalui berbagai mekanisme biologis terkait dengan komunikasi antar sel saraf," ucapnya.
"Meskipun nikotin memiliki karakteristik yang berpotensi menyebabkan ketergantungan apabila digunakan dengan cara dan dosis yang tidak tepat, nikotin juga memiliki sejumlah manfaat, termasuk meningkatkan fungsi kognitif pada individu sehat serta membantu memulihkan fungsi memori pada pasien dengan penyakit seperti alzheimer, parkinson, dan hipotiroidisme," sambung Ahmad Alhowail dikutip Kamis (2/6/2026).
Menanggapi hasil penelitian tersebut, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO) Paido Siahaan menilai temuan itu perlu dipahami secara proporsional berdasarkan bukti ilmiah. Sebagai perwakilan wadah yang menaungi para konsumen produk tembakau alternatif yang mengandung nikotin, menurutnya, non-perokok, remaja, maupun kelompok rentan tetap tidak boleh menggunakan produk mengandung nikotin.
Paido menegaskan bahwa pihaknya mendukung penyampaian informasi yang objektif dan seimbang mengenai nikotin. Di satu sisi, masyarakat berhak mengetahui perkembangan riset yang menunjukkan potensi manfaat nikotin.




