Bisnis.com, JAKARTA — Daud Joseph resmi mengundurkan diri sebagai direktur utama (dirut) PT Pos Indonesia (Persero) per hari ini, Kamis, 2 Juli 2026.
Corporate Secretary PT Pos Indonesia Iwan Gunawan membenarkan hal tersebut dan menghormati keputusan tersebut serta menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi yang telah diberikan selama memimpin perusahaan.
“Alasan pengunduran diri adalah murni dari keinginan dan pertimbangan pribadi yang bersangkutan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (2/7/2026).
Joseph baru ditunjuk sebagai dirut PT Pos Indonesia pada 11 Maret 2026 lalu atau belum genap 4 bulan.
Iwan menuturkan, PT Pos Indonesia memastikan bahwa proses transisi kepemimpinan akan dilaksanakan sesuai dengan tata kelola yang berlaku,
Selama proses tersebut berlangsung, PT Pos Indonesia memastikan kegiatan operasional perusahaan tetap berjalan dan tidak mengganggu proses layanan kepada seluruh stakeholder.
Baca Juga
- Pos Indonesia Pimpin Konsolidasi BUMN Logistik, Kejar Pasar Rp3.000 Triliun
- Pos Indonesia Operasikan Layanan Kargo Jemaah Haji
- Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Edisi Khusus SE2026
Adapun, sebagai bagian dari Danantara, PT Pos Indonesia tetap berkomitmen menjalankan amanah pemegang saham dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, memperkuat kinerja perusahaan, serta menjalankan program kerja strategis yang sedang berlangsung.
Pengunduran diri tersebut terjadi bertepatan dengan holding logistik nasional yang baru terbentuk pada 1 Juli 2026.
Meski demikian, PT Pos Indonesia menegaskan bahwa saat ini kondisi operasional tetap berjalan lancar dan baik.
“Seluruh pelaksanaan program transformasi dan agenda strategis perusahaan terus berjalan sesuai rencana Perusahaan,” imbuh Iwan.
PT Pos Indonesia telah ditunjuk sebagai induk holding logistik. Per 1 Juli 2026, konsolidasi tujuh perusahaan logistik pelat merah terlebih dahulu melebur ke PT Multi Terminal Indonesia (MTI) di bawah PT Pelindo Sinergi Lokaseva.
Pada tahap awal, struktur kepemilikan perusahaan hasil konsolidasi terdiri atas Pelindo Group sebesar 74,47%, PT Pos Indonesia (Persero) 9,24%, PT Krakatau Bandar Samudera 9,37%, serta entitas lainnya sebesar 6,92%.
Dengan porsi kepemilikan mayoritas tersebut, Pelindo memegang peran utama mengawal proses integrasi hingga terbentuknya holding logistik nasional sesuai peta jalan yang telah disusun.
Pada tahun depan atau pada 2027, semua perusahaan itu akan menyerahkan sahamnya di MTI kepada Pos Indonesia.





