33 Tahun Dompet Dhuafa, Tunjang Pembangunan Masjid Al Muttaqin sebagai Islamic Culture Center di Chiba Jepang

disway.id
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Di tengah pesatnya kemajuan teknologi di Jepang, terdapat kebutuhan mendesak bagi komunitas Muslim di sana akan sarana ibadah yang permanen.

Sebagai wujud nyata kepedulian, Dompet Dhuafa berkolaborasi dengan Chiba Islamic Culture Center berupaya menghadirkan Masjid Al-Muttaqin sebagai Islamic Center di kawasan Matsudo, Chiba, Jepang.

Bagi komunitas Muslim yang merupakan minoritas di sana, masjid adalah pondasi utama bagi keberlangsungan dakwah.

BACA JUGA:Swasembada Pangan RI Makin Kuat, Stok Beras Diprediksi Tembus 25,28 Juta Ton!

Di tengah-tengah kunjungan di Indonesia, pada Rabu , 1 Juli 2026, Sensei Kyoichiro Sugimoto, seorang Dai dari Chiba Islamic Culture Center, menekankan urgensi ini mengingat kondisi demografis Jepang.

“Di Jepang, 99,9 persen penduduknya nonmuslim. Memiliki masjid atau Islamic Center tentu akan memiliki dampak yang sangat signifikan. Bukan hanya untuk salat, tetapi untuk dakwah, mendukung generasi muda Muslim dan para mualaf, karena mereka adalah pemimpin masa depan yang harus menjaga dan mengembangkan komunitas Muslim di Jepang untuk waktu yang lama,” jelas Sensei Sugimoto.

Ia bahkan mengibaratkan proyek ini dengan sejarah awal terbentuknya komunitas Muslim di masa Nabi.

“Saya menemukan ini seperti proyek percontohan pusat pertama kita. Pusat kota adalah masjid, kemudian menciptakan Kota Madinah. Itu adalah konsep dari Nabi Muhammad Saw. Untuk menciptakan komunitas, umat, maka masjid atau Islamic Center adalah pondasinya,” tambahnya.

BACA JUGA:Terkuak Pemicu Kematian 5 Calon Manajer Kopdes, Wamenhan Singgung Gaya Hidup Peserta SPPI

Meski menghadapi tantangan, termasuk munculnya sentimen negatif di media sosial, Sensei Sugimoto tetap optimistis.

“Walaupun ada yang menciptakan rumor tak berdasar, Islamofobia, dan gerakan anti-Muslim. Tetap saja, ini adalah jalan dakwah, pasti ada tantangannya. Insyaallah, jika kita kuat dan bekerja sama, kita bisa mengatasinya,” tegasnya.

Penting untuk dicatat bahwa komunitas Muslim di Jepang kini terus berkembang. Saat ini, terdapat sekitar 420 ribu jiwa Muslim yang menetap di Jepang.

Fenomena menariknya, lebih dari separuh (sekitar 50%) dari total populasi tersebut merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja atau tinggal di sana.

BACA JUGA:Aturan Turunan PP Kesehatan Dinilai Ancam Ekonomi Petani Tembakau, Harusnya Dibatalkan

Selain pembangunan fisik, diskusi ini juga menyoroti pentingnya keberlanjutan pendidikan bagi generasi muda Muslim. Purwati Kasmaja, istri dari Sugimoto menekankan perlunya tempat edukasi agar komunitas Muslim tidak perlu selalu bergantung pada pengiriman anak-anak ke luar negeri.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Asosiasi DPLK Ungkap Pengaruh Kenaikan BI Rate Jadi 5,75% terhadap Investasi Dana Pensiun
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Membanggakan! 25 Alumni Polbangtan Kementan Resmi Berkarier di Jepang
• 7 jam laluterkini.id
thumb
BPJS Kesehatan Masih Tunggu Perpres Penghapusan Tunggakan Iuran JKN
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
KAI pastikan seluruh sarana diesel siap terapkan biodiesel B50
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Foto: Brace Harry Kane Antar Inggris Comeback dan Lolos ke 16 Besar Piala Dunia
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.