75 Perusahaan Sarang Burung Walet Bersiap Genjot Ekspor ke China

wartaekonomi.co.id
14 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kedatangan delegasi General Administration of Customs China (GACC) ke Indonesia pada pertengahan bulan Juli ini membawa misi penting. Institusi otoritas kepabeanan asal Tiongkok tersebut dijadwalkan turun tangan langsung untuk memverifikasi polemik dugaan isu kadar alumunium pada Sarang Burung Walet (SBW) yang melebihi ambang batas.

Kepala Badan Karantina (Barantin) Indonesia, Abdul Kadir Karding l, mengungkapkan kedatangan GACC justru sebagai momentum penyelesaian tahap akhir pada persoalan dugaan kadar alumuniumm pada SBW tersebut.

”Persoalan kandungan aluminium pada SBW yang sedang ditangani hanya bersifat sementara dan sudah berada pada tahap akhir penyelesaian,” kata Karding melalui keterangan persnya, Kamis (2/7/2026).

Meski demikian, Karding mengakui bahwa temuan pelanggaran batas kadar logam tersebut sebelumnya telah mengakibatkan jatuhnya sanksi tegas bagi pelaku industri pengolahan sarang walet. Belasan perusahaan eksportir asal tanah air harus menelan kerugian akibat terkena penangguhan izin pengiriman barang ke pasar Tiongkok.

“Akan tetapi kedatangan GACC akan membahas banyak prospek ekspor yang bisa dilakukan, termasuk komiditi tumbuhan dan ikan,” ujar Karding optimistis.

Di sisi lain, Karding mengatakan, prospek ekspor SBW antara RI dan Tiongkok semakin menunjukkan sisi kemajuan. Dia menyebutkan sejumlah perusahaan SBW sudah terdaftar untuk melakukan ekspor baik di Barantin dan China Import Food Enterprises Registration (CIFER).

“Data Barantin menunjukkan terdapat 75 perusahaan SBW terdaftar di Barantin, 50 perusahaan terdaftar di CIFER, dan 25 perusahaan masih dalam proses pendaftaran CIFER,” jelas Karding.

Lebih lanjut, Karding menerangkan catatan pembukuan Barantin hingga bulan Juni 2026 menunjukkan adanya lonjakan partisipasi perizinan dari para pelaku usaha komoditas hewani tersebut. Sebanyak 4.204 bangunan rumah walet di seluruh penjuru negeri dilaporkan telah sukses merampungkan proses registrasi sertifikasi kelayakan.

Selain jumlah ribuan bangunan yang telah lolos verifikasi, masih terdapat ratusan fasilitas produksi lainnya yang mengantre perizinan. Otoritas karantina nasional mencatat ketersediaan 104 rumah walet tambahan yang saat ini masih berada dalam tahapan proses registrasi.

Baca Juga: Jelang Kunjungan Otoritas China, Barantin Benahi Tata Kelola Ekspor Sarang Burung Walet

Baca Juga: PPSBI: Meski 19 Eksportir Disuspend China, Ekspor Sarang Burung Walet Tetap Stabil

“Hingga bulan Juni 2026 terdapat 4.204 rumah walet yang telah terregistrasi, dan 104 rumah walet dalam proses registrasi,” tutur Karding.

Barantin berjanji akan memanfaatkan momen kunjungan tim GACC secara maksimal untuk memulihkan kembali kepercayaan pihak kepabeanan Tiongkok. Pembenahan regulasi standar karantina yang dikawal langsung oleh pemerintah diyakini bakal kembali membuka keran pesanan dari negara tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Yusril Persilakan Nadiem Ajukan Banding atas Vonis 10 Tahun Penjara
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
IHSG Masih Dibayangi Pelemahan Data Ekonomi, Berpotensi Konsolidasi di 5.600-5.800
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Politik Populis dan Etika Komunikasi Publik di Era Digital
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Si Sadis Taufik Hidayat Berpotensi Terjerat Kasus Baru
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Harga Emas Pegadaian Galeri 24, UBS dan Antam Hari Ini Bikin Nangis
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.