Jerman Belum Terima Disingkirkan Paraguay, Jurgen Klopp hingga Ilkay Gundogan Pertanyakan Keputusan VAR

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Gol sudah tercipta. Selebrasi pun sempat meledak. Namun, beberapa detik kemudian, VAR mengubah segalanya. Jerman kehilangan kemenangan, lalu tersingkir dari Piala Dunia 2026. Mereka masih belum terima kalah dengan cara tersebut.

Kontroversi mewarnai tersingkirnya Timnas Jerman dari babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah kalah adu penalti dari Paraguay. Hasil tersebut terjadi usai kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit, tetapi sorotan utama justru tertuju pada keputusan VAR yang membatalkan gol Jonathan Tah di babak tambahan.

Bek Der Panzer itu sebenarnya sempat menjebol gawang Paraguay melalui sundulan hasil sepak pojok pada menit ke-102. Akan tetapi, wasit membatalkan gol tersebut setelah meninjau tayangan VAR yang menilai Waldemar Anton melakukan pelanggaran terhadap kiper Paraguay dalam proses terciptanya gol.

Keputusan itu langsung memancing reaksi dari mantan kapten Timnas Jerman, Ilkay Gundogan. Melalui akun media sosial X, pemain yang kini tidak lagi memperkuat Der Panzer tersebut mempertanyakan standar penilaian VAR.

“Performa tim hari ini jelas tidak perlu diperhalus… Tapi keputusan VAR itu apa sih sebenarnya? Di Liga Premier, mereka hanya akan tersenyum lelah atas hal seperti itu – terutama jika keputusan itu dibatalkan,” ujar Gundogan, dikutip dari Sport Bible.

Meski kecewa terhadap keputusan wasit, Gundogan tidak menutup mata bahwa Jerman juga gagal memanfaatkan peluang selama pertandingan berlangsung.

“Tentu saja, itu juga sangat mengecewakan. Sayangnya, kami gagal meyakinkan mereka selama lebih dari 120 menit,” lanjutnya.

Sebelumnya, mantan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, turut mempertanyakan keputusan tersebut. Menurutnya, kontak fisik seperti yang terjadi dalam proses gol Jonathan Tah merupakan situasi yang sangat lazim terjadi di Liga Inggris.

Klopp bahkan menyinggung efektivitas Arsenal dalam memanfaatkan bola mati sebagai perbandingan terhadap keputusan wasit di laga tersebut.

“Jika itu gol yang dianulir, maka Arsenal tidak akan menjadi juara Inggris. Mereka mencetak 60% gol mereka dengan cara seperti itu,” kata Klopp.

Di sisi lain, FIFA memang menerapkan interpretasi yang lebih ketat terhadap kontak fisik dalam situasi sepak pojok maupun tendangan bebas sepanjang Piala Dunia 2026. Kebijakan itu menjadi salah satu dasar yang digunakan wasit untuk membatalkan gol Jerman.

Kritik juga datang dari legenda Timnas Inggris, Alan Shearer. Menurutnya, kontak yang terjadi antara Waldemar Anton dan penjaga gawang Paraguay terlalu ringan untuk dianggap sebagai sebuah pelanggaran.

“VAR berpikir demikian. Tapi tidak bagi saya. Saya sama sekali tidak setuju dengan keputusan itu,” tegas Shearer.

Shearer menilai penjaga gawang Paraguay terlalu mudah menjatuhkan diri setelah terjadi kontak. Ia mengingatkan bahwa benturan antarpemain merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari permainan sepak bola.

“Ya, memang ada kontak fisik, tetapi ini adalah olahraga kontak fisik. Ada sekitar 13 atau 14 pemain di dalam dan di sekitar kotak enam yard,” ujarnya.

Ia pun menutup kritiknya dengan penilaian tegas terhadap keputusan wasit. “Sangat, sangat lembut. Saya sama sekali tidak setuju dengan itu,” tutur Shearer.

Terlepas dari perdebatan yang terus bergulir, keputusan VAR tetap tidak berubah. Pertandingan dilanjutkan hingga babak adu penalti.

Dalam adu tos-tosan tersebut, Jonathan Tah gagal menjalankan tugasnya sebagai eksekutor. Paraguay kemudian memastikan kemenangan melalui tendangan Jose Canale yang membawa mereka melangkah ke babak 16 besar.

Kekalahan itu sekaligus mengakhiri perjalanan Der Panzer di Piala Dunia 2026 dan kembali memperpanjang catatan negatif Jerman yang belum mampu berbicara banyak di turnamen sepak bola paling bergengsi tersebut. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MSG Bukan Musuh, Tetapi Solusi Memasak Praktis Bagi Keluarga
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Flyover Latumenten Ditargetkan Rampung pada Desember Mendatang, Pramono: Salah Satu Prioritas!
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemhan Pangkas Waktu Pelatihan 'Bela Negara' Calon Manajer Kopdes Jadi Dua Minggu
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Polresta Sidoarjo Luncurkan Simantap, Warga Bisa Perpanjang SIM Malam Hari
• 22 jam laludetik.com
thumb
Ruben Onsu Resmi Ajukan Gugatan Hak Asuh Anak, Sidang Perdana 15 Juli
• 7 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.