Hamas Desak Kedatangan Pasukan Internasional Bisa Hentikan Kebiadaban Israel di Gaza

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID,GAZA — Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) pada Selasa (30/6/2026), menyatakan, harapannya agar kedatangan gelombang pertama pasukan internasional menjadi titik awal pelaksanaan tugas utama mereka. Tugas tersebut utamanya adalah memisahkan warga Palestina dari tentara pendudukan Israel serta menghentikan berbagai pelanggaran di Jalur Gaza.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyusul pengumuman dari Dewan Perdamaian (Board of Peace) mengenai tibanya kendaraan taktis pertama di kawasan dukungan logistik yang dikenal sebagai Endurance.

Baca Juga
  • Penghematan Rp 100 Miliar, BPKH Pastikan Dana Haji Tetap Aman
  • Benarkah Gen Z Mengalami Kemunduran Kognitif?
  • Saatnya Detox Hati dengan Tazkiyatun Nafs

Endurance merupakan zona logistik yang didirikan di wilayah Israel selatan di dekat pintu perbatasan Kerem Abu Salem, dan tidak terletak di dalam Jalur Gaza. Menurut situs berita berbahasa Ibrani, I24 News, kawasan ini berfungsi sebagai pusat transit dan dukungan bagi Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang akan bertugas di Gaza. Di tempat ini, kendaraan, peralatan, dan personel ditampung terlebih dahulu sebelum dipindahkan secara bertahap ke dalam wilayah Gaza.

Pengungsi Palestina melihat reruntuhan Masjid Al-Huda di Khan Younis, Jalur Gaza, Rabu (27/5/2026), setelah melakukan sholat Idul Adha. (EPA/HAITHAM IMAD)

Qassem menegaskan, “Kami berharap pengumuman dari Dewan Perdamaian mengenai dimulainya pengerahan pasukan internasional di Jalur Gaza akan menjadi awal dari pelaksanaan tugas-tugas mereka. Yaitu, memisahkan rakyat kami di Jalur Gaza dari tentara pendudukan Israel, serta bekerja untuk menghentikan pelanggaran-pelanggaran yang mereka lakukan.”

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dia juga menyerukan kepada Dewan Perdamaian untuk segera memulai implementasi praktis dari rencana gencatan senjata di Gaza. Langkah ini termasuk menghadirkan komite nasional untuk mengelola wilayah tersebut, memberikan bantuan kemanusiaan yang nyata, serta mendesak Israel untuk segera menarik pasukannya.

View this post on Instagram

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Desa Sejahtera Astra Kemiren Jaga Budaya Osing, Pendapatan Warga Naik 33%
• 5 jam laludetik.com
thumb
Prabowo Tegaskan Polri Harus Jadi Pelindung Rakyat
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pegadaian Dorong SDM Pers Berkualitas, UKW 2026 Diikuti Ratusan Wartawan Indonesia
• 19 jam laludisway.id
thumb
PBB: Sebanyak 40 Persen dari 1 Juta pengungsi Lebanon kembali ke rumah
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Kata Menkum soal Napi Dapat Amnesti Harus Ikut Komcad
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.