Istanbul (ANTARA) - Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Stephane Dujarric mengatakan sekitar 40 persen dari lebih dari 1 juta orang yang mengungsi di Lebanon akibat serangan Israel telah kembali ke daerah asal mereka.
Dalam konferensi pers pada Rabu, Dujarric, mengutip pejabat Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), menyatakan bahwa perkembangan tersebut merupakan langkah penting menuju pemulihan, meskipun ribuan orang masih mengungsi dan terus bergantung pada bantuan kemanusiaan.
"Ini menandai langkah penting menuju pemulihan, namun ribuan orang masih mengungsi dan terus bergantung pada bantuan kemanusiaan," kata Dujarric.
"Kami menegaskan kembali bahwa kepulangan harus berlangsung dengan aman, sukarela, dan bermartabat, serta mereka yang kembali harus memiliki akses terhadap bantuan kemanusiaan yang dibutuhkan."
Dujarric juga menyampaikan bahwa Program Pangan Dunia (WFP) bersama para mitranya pada Selasa telah menyalurkan bantuan yang sangat dibutuhkan ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau di Lebanon selatan.
"Kami terus menekankan bahwa akses kemanusiaan harus diberikan kepada semua pihak yang membutuhkan," ujarnya.
Israel melancarkan serangan terbaru di Lebanon pada awal Maret dan hingga kini menolak menarik pasukannya dari wilayah tersebut meskipun telah ada gencatan senjata dan kerangka kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Qatar sebut dialog tidak langsung AS-Iran capai kemajuan positif
Baca juga: Spanyol utus 44 tenaga ahli untuk bantu korban gempa Venezuela
Dalam konferensi pers pada Rabu, Dujarric, mengutip pejabat Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), menyatakan bahwa perkembangan tersebut merupakan langkah penting menuju pemulihan, meskipun ribuan orang masih mengungsi dan terus bergantung pada bantuan kemanusiaan.
"Ini menandai langkah penting menuju pemulihan, namun ribuan orang masih mengungsi dan terus bergantung pada bantuan kemanusiaan," kata Dujarric.
"Kami menegaskan kembali bahwa kepulangan harus berlangsung dengan aman, sukarela, dan bermartabat, serta mereka yang kembali harus memiliki akses terhadap bantuan kemanusiaan yang dibutuhkan."
Dujarric juga menyampaikan bahwa Program Pangan Dunia (WFP) bersama para mitranya pada Selasa telah menyalurkan bantuan yang sangat dibutuhkan ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau di Lebanon selatan.
"Kami terus menekankan bahwa akses kemanusiaan harus diberikan kepada semua pihak yang membutuhkan," ujarnya.
Israel melancarkan serangan terbaru di Lebanon pada awal Maret dan hingga kini menolak menarik pasukannya dari wilayah tersebut meskipun telah ada gencatan senjata dan kerangka kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Qatar sebut dialog tidak langsung AS-Iran capai kemajuan positif
Baca juga: Spanyol utus 44 tenaga ahli untuk bantu korban gempa Venezuela





