Menteri Ekraf Ajak Wisudawan STIAMI Ciptakan Wirausaha Lewat Ekonomi Kreatif

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mengajak para wisudawan Institut STIAMI ke-49 menjadi penggerak ekonomi kreatif melalui inovasi serta kewirausahaan.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

BACA JUGA: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Tokoh Penggerak UMKM dan Ekonomi Kreatif

Dalam orasi ilmiah pada Wisuda Institut STIAMI ke-49, Teuku Riefky menekankan bahwa ekonomi kreatif bertumpu pada kekuatan ide, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi.

"Dia mengatakan ekonomi kreatif pada dasarnya adalah tentang anak muda dan gagasan. Sebagai digital native yang kreatif, visioner, dan adaptif, generasi Z dan Milenial memiliki kemampuan besar untuk menghasilkan gagasan inovatif yang melampaui batas budaya maupun negara.

BACA JUGA: CapCut Dorong Kreator Lokal Jadi Motor Baru Ekonomi Kreatif Digital Indonesia

"Oleh karena itu, di tengah era disrupsi digital ini, para wisudawan ditantang untuk mengoptimalkan potensi tersebut agar tidak sekadar menjadi pencari kerja, melainkan mampu menciptakan lapangan kerja baru," ujar Teuku Riefky di Jakarta, Kamis (2/7).

Menteri Ekraf menegaskan, bonus demografi yang diprediksi berada pada puncaknya di 2045 harus dimanfaatkan melalui penguatan ekonomi kreatif sebagai penggerak penciptaan lapangan kerja.

BACA JUGA: Asuransi Jasindo Angkat Tenun Khas NTT ke Panggung Ekonomi Kreatif

Dengan lebih dari 53 persen penduduk berada pada usia produktif, sektor ini dinilai mampu menyerap para wisudawan dan generasi muda, sekaligus menjawab tantangan tingginya angka pengangguran usia 15–39 tahun.

Karakter Generasi Z dan Milenial yang kreatif, adaptif, serta akrab dengan teknologi dinilai selaras dengan kebutuhan industri ekonomi kreatif.

Hal tersebut tercermin dari struktur tenaga kerja pegiat ekonomi kreatif Indonesia pada 2025 yang didominasi generasi milenial dan Gen Z sebesar 63 persen.

Dia mengarakan generasi muda harus menjadi agen perubahan yang menghubungkan ilmu dari kampus ke masyarakat, industri, hingga pasar global.

"Untuk itu, para wisudawan saya titipkan tiga pesan penting menuju Indonesia Emas 2045, yaitu terus belajar menghadapi perubahan cepat, berani ciptakan peluang jadilah pencipta lapangan kerja, serta menjaga integritas dengan karakter yang kuat," tegas Menteri Ekraf.

Untuk itu, Pemerintah terus memperkuat pengembangan ekonomi kreatif melalui delapan kebijakan strategis Asta Ekraf yang mencakup penguatan data, regulasi, talenta, infrastruktur, kekayaan intelektual, akses pembiayaan, perluasan pasar, hingga kolaborasi hexahelix.

Selain itu, Kementerian Ekraf juga menyiapkan Program Flagship Ekraf 2027 yang meliputi aktivasi desa kreatif, pengembangan creative hub, program Creative by Indonesia, bantuan sarana produksi kreatif, serta penguatan kelembagaan dan diplomasi ekonomi kreatif.

"Kami bangga dan mendukung penuh arahan dari Kementerian Ekonomi Kreatif, dan kami berharap para wisudawan ke-49 mampu menangkap peluang di sektor kreatif ini untuk menjadi akselerator SDM yang unggul serta berintegritas," ujar Rektor Institut STIAMI, Sylvia Murni.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Preview Spanyol vs Austria: Cedera Bisa Bahayakan Tim Matador
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Perkuat Mutu dan Integritas, Polbangtan Kementan Jalani Audit Surveillance Integrasi ISO
• 8 jam laluterkini.id
thumb
Genjot Peningkatan Kapasitas Aparatur, Ratusan Kepala Desa Ikut Program KDMK di UI
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK Jerat Bupati Kuansing Tersangka, Terima Suap Berupa Mobil Rp 2 M
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Kapolda Sumsel Pimpin Wisuda Purnabakti, Ingatkan Semangat Bhayangkara
• 4 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.