JAKARTA, KOMPAS.TV - Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB kembali buka suara terkait kadernya, anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga turut melakukan intimidasi terhadap Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dokter Icha.
Wakil Ketua Umum PKB, Cucun Ahmad Syamsurija memastikan, pihaknya akan memberikan sanksi tegas apabila terdapat kader yang terbukti berbuat melanggar hukum.
"Siapa pun, bukan hanya di TTU, kalau berbuat melanggar hukum, apalagi terkait dia tidak bisa menjaga kode etiknya sebagai anggota DPRD, ya kita akan berikan sanksi tegas," ucap Cucun dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga: Ibu Dokter Icha Ungkap Anaknya Sempat Mengeluh Diintimidasi Anggota DPRD TTU: Anak Saya Ketakutan
Ia menjelaskan, partainya tidak menoleransi tindakan melanggar hukum, termasuk tindakan intimidasi.
"Tidak ada toleransi, ya." tegasnya, sebagaimana dilaporkan Jurnalis KompasTV, Thifal Solesa.
Menurut penjelasannya, saat ini pengurus pusat masih berkoordinasi dengan pengurus daerah. Pihaknya juga akan segera melakukan rapat untuk melakukan investigasi internal.
"Kalau misalkan betul-betul, kita belum melakukan investigasi apa pun. Kita akan segera bahas juga di DPP ya," jelasnya.
"Kita kemarin terima di media, baca di media, dan segera kita akan lakukan rapat untuk melakukan investigasi," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, dokter Icha ditemukan meninggal dunia pada Jumat (26/6/2026) setelah diduga mengalami intimidasi oleh tiga anggota DPRD Kabupaten TTU.
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- pkb
- kader pkb
- anggota dprd ttu
- dugaan intimidasi
- kasus kematian dokter icha
- sanksi tegas




