Rentetan serangan rudal dan drone Rusia menewaskan sedikitnya 13 orang di ibu kota Ukraina, Kyiv. Otoritas Ukraina pun mendesak sekutunya untuk mengirimkan lebih banyak sistem pertahanan udara.
"Hingga saat ini, 13 kematian telah tercatat," tulis Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko di media sosial, dilansir kantor berita AFP, Kamis (2/7/2026). Sebanyak 86 orang lainnya terluka.
Serangan rudal dan drone Rusia tersebut menghancurkan gedung-gedung apartemen di Kyiv. Serangan ini terjadi beberapa jam setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa Moskow sedang mempersiapkan "serangan besar-besaran".
Rusia secara rutin meluncurkan rudal dan drone ke kota-kota Ukraina, termasuk Kyiv, selama invasi lebih dari empat tahunnya. Perang ini telah menjadi konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.
Ledakan-ledakan mulai terdengar di Kyiv pada Rabu malam, berlangsung hingga dini hari Kamis, ketika rudal dan drone Rusia menghujani daerah permukiman di pusat ibu kota Ukraina tersebut.
Kyiv pun mendesak sekutunya untuk mengirimkan lebih banyak pertahanan udara.
"Jangan tunda keputusan tentang pertahanan udara untuk Ukraina! Ini adalah permintaan utama kami kepada mitra-mitra kami setelah Kyiv mengalami malam yang mengerikan," tulis Menteri Luar Negeri Andriy Sybiga di media sosial.
Angkatan udara Ukraina mengatakan Rusia menembakkan 496 drone dan 74 rudal -- termasuk proyektil balistik yang sulit dicegat.
(ita/ita)





