Mulai Salurkan B50, Pertamina Patra Niaga Siapkan 87,2 Juta Liter per Hari

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

PT Pertamina (Persero) mulai mendistribusikan biodiesel 50 persen (B50) pada 1 Juli 2026. Perusahaan akan menyiapkan pasokan B50 sekitar 87,2 juta liter per hari melalui PT Pertamina Patra Niaga.

VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan perusahaan sudah menyiapkan seluruh infrastruktur untuk menyalurkan B50 mulai awal Juli 2026 dengan masa transisi dari B40 hingga 3 bulan mendatang.

"Kami dari Pertamina secara infrastruktur siap untuk menyalurkannya. Selanjutnya untuk pelaksanaan masih dikoordinasikan dengan pihak pemerintah, di dalam proses penyaluran kami diberikan waktu 3 bulan di masa transisi, untuk bisa melakukan perubahan dari B40 ke B50," jelasnya saat ditemui di Grha Pertamina, Kamis (2/7).

Baron mengatakan, SPBU Pertamina yang sudah siap menyalurkan B50 terutama berada di wilayah Pulau Jawa, seiring dengan persiapan peluncuran kebijakan yang akan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Semua kesiapan sebenarnya di Pulau Jawa terutama yang paling siap sebenarnya, ya. Tapi ini nanti mungkin statement pemerintah yang akan bisa menyampaikan launching dan pelaksanaannya," kata Baron.

Sementara itu, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga (PPN), Roberth Dumatubun, mengatakan perusahan akan mendistribusikan B50 sesuai rencana dari seluruh Terminal BBM dengan menggunakan FAME spesifikasi B50 secara paralel.

"Sebagai awalan, sejumlah 37.916.000 liter disalurkan pada 1 Juli 2026, PT PPN akan menyiapkan B50 sejumlah 87.276.000 liter per hari untuk disalurkan secara nasional," ungkapnya.

Robert menjelaskan, B50 akan didistribusikan di seluruh SPBU dan APMS milik Pertamina maupun mitra Pertamina melalui produk Biosolar dan Dexlite secara bertahap sesuai dengan arahan Kementerian ESDM.

Sementara dari sisi kesiapan seluruh fasilitas, dari total terminal BBM Pertamina Patra Niaga yang mencapai 126 Terminal BBM, terdapat 29 Terminal BBM yang sudah siap mendistribusikan B50 mulai 1 Juli 2026.

Mandatori B50 diatur dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 tentang Kewajiban Pencampuran Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel dengan Bahan Bakar Minyak berupa Minyak Solar Sebesar 50 persen dalam Kerangka Pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan

"Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 2026 dengan ketentuan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan di dalamnya maka akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," bunyi Diktum Kesepuluh beleid tersebut, dikutip Rabu (1/7).

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, mengatakan B50 akan disalurkan ke SPBU PT Pertamina (Persero) dan badan usaha penugasan lainnya secara serentak di seluruh Indonesia.

"Secara serentak dan nasional diberlakukan. Ada masa transisi yang artinya bahwa jika ada stok yang masih B40 boleh diperkenankan untuk menghabiskan stok," ungkap Eniya kepada kumparan.

Kendati begitu, kata Eniya, pemerintah akan memberlakukan masa transisi untuk badan usaha dapat menghabiskan sisa stok B40. Hal ini juga sempat diberlakukan ketika peralihan dari program B30 menuju B40 pada awal tahun 2024 lalu.

Berdasarkan beleid yang mengatur mandatori B50, disebutkan bahwa badan usaha BBM yang masih memiliki persediaan bahan bakar nabati jenis biodiesel untuk pencampuran sebesar 40 persen dapat menyalurkan biosolar sampai 30 September 2026 sesuai dengan standar dan mutu (spesifikasi) yang ditetapkan sebelum Kepmen tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KDM Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, Pemkab Petakan Titik Rawan Krisis Air Bersih
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Zodiak Virgo dan Libra Diprediksi Cuan di 3 Juli 2026, Cek Ramalan Keuangan!
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Sandy Walsh Resmi ke Persib Bandung, John Herdman Justru Ketiban Durian Runtuh Jelang Piala AFF 2026
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Dukung Penerimaan Negara, POPSI Minta Metodologi Pembuktian Underinvoicing
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Wamen Dahnil Sebut Ekonomi Syariah Alami Tantangan Moral Hazard
• 12 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.