Rupiah Hari Ini Ditutup di Level Rp17.995/USD

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini kembali mengalami penurunan.

Mengutip data Bloomberg, Kamis, 2 Juli 2026, nilai tukar rupiah terhadap USD ditutup di level Rp17.995 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 43 poin atau setara 0,24 persen dari posisi Rp17.952 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

"Pada perdagangan sore ini mata uang rupiah ditutup melemah 43 poin, sebelumnya sempat melemah 50 poin di level Rp17.995 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp17.952 per USD," kata analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam analisis hariannya.

Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah berada di posisi Rp17.987 per USD. Rupiah juga melemah 31 poin atau setara 0,17 persen dari Rp17.956 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp17.994 per USD turun 33 poin dari perdagangan sebelumnya di level Rp17.861 per USD.
  Baca juga: Rupiah Dibuka ke Rp17.977/USD Kamis, 2 Juli 2026   Iran-AS telah membuat 'kemajuan positif'
Ibrahim mengungkapkan, pergerakan kurs rupiah pada hari ini dipengaruhi oleh sentimen 'kemajuan positif' yang dilakukan Iran dan AS dalam pembicaraan tidak langsung yang berfokus pada Selat Hormuz.

Sumber mengatakan para negosiator AS dan Iran menghabiskan dua hari di Doha untuk membahas lalu lintas maritim di Selat Hormuz dan pencairan dana Iran. Meskipun lalu lintas telah sebagian pulih, kedua negara saling menyerang akhir pekan lalu setelah serangan Iran terhadap kapal kargo.

Iran bertekad untuk mendapatkan pengakuan internasional atas kendalinya atas selat tersebut bahkan jika harus melakukannya dengan kekerasan, kata dua sumber senior Iran. Teheran telah berulang kali mengatakan akan mengenakan bea masuk pada pengiriman mulai pertengahan Agustus, setelah periode bebas bea masuk yang ditentukan oleh perjanjian awal berakhir.

Lalu lintas kapal tanker melalui selat tersebut mulai pulih, dengan Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan aliran minyak melalui jalur air tersebut telah kembali ke tingkat sebelum perang, tanpa menyebutkan angka pasti.

Pasar saat ini memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 67 persen pada pertemuan September, menurut CME FedWatch Tool. Sebagai aset yang tidak menghasilkan imbal hasil, emas cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga yang rendah karena suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya untuk memegang logam mulia tersebut.

Dari sisi data, perubahan Ketenagakerjaan ADP menunjukkan penggajian swasta meningkat sebesar 98 ribu pada Juni, di bawah ekspektasi pasar sebesar 113 ribu dan turun dari peningkatan 122 ribu yang tercatat pada Mei. Indeks Manajer Pembelian Manufaktur ISM (PMI) turun menjadi 53,3 pada Juni dari 54,0 pada Mei, meleset dari perkiraan pasar sebesar 54,0.

"Perhatian pasar saat ini beralih ke rilis data Nonfarm Payrolls AS nanti malam, dengan ekspektasi ekonomi AS akan meningkatkan angkatan kerjanya sebesar 110 ribu. Sementara Tingkat Pengangguran diperkirakan tetap tidak berubah di 4,3 persen," terang Ibrahim.


(Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: MI/Susanto)
  Ekonomi Indonesia hadapi tekanan
Di sisi lain, Ibrahim mengatakan kepercayaan pelaku pasar terhadap Indonesia dinilai menghadapi ujian cukup berat setelah munculnya sejumlah sentimen negatif memasuki kuartal II, mulai dari kasus korupsi tingkat tinggi, kekhawatiran terhadap kondisi fiskal pemerintah setelah neraca perdagangan indonesia pada Mei defisit, inflasi melonjak, hingga penundaan pengumuman tentang pasar modal Indonesia oleh penyedia indeks global MSCI.

Selain itu, data Purchasing Managers' Index (PMI) yang dirilis S&P Global menunjukkan PMI Indonesia berada di 46,9 pada  Juni 2026. Ini adalah tingkat penurunan yang paling kuat dalam setahun, pesanan baru yang masuk kembali menurun menyebabkan penurunan volume output terbesar sejak bulan April 2025.

S&P mengungkapkan PMI Indonesia ini menunjukkan penurunan lebih lanjut pada kesehatan sektor produksi barang. Headline menunjukkan penurunan solid pada kondisi operasional pabrik, merupakan salah satu yang paling besar dalam setahun.

Penyebab utama penurunan pada Juni adalah penurunan permintaan atas barang manufaktur Indonesia. Pesanan baru turun untuk pertama kali dalam tiga bulan dan pada laju tercepat dalam setahun.

Kemudian, lembaga pemeringkat internasional Fitch Rating memperkirakan cadangan devisa Indonesia pada 2026 hanya mampu membiayai sekitar 4,9 bulan kebutuhan pembayaran eksternal berjalan. Angka itu sedikit lebih rendah dibandingkan median negara dengan peringkat BBB yang mencapai 5 bulan. 

Menurut Fitch, penyusutan cadangan devisa terutama dipicu oleh memburuknya terms of trade akibat kenaikan harga energi global, intervensi BI di pasar valuta asing untuk menopang rupiah, serta pembayaran utang luar negeri.

Melihat berbagai perkembangan tersebut, Ibrahim memprediksi rupiah pada perdagangan Jumat besok akan bergerak secara fluktuatif dan kemungkinan besar akan kembali melemah.

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.990 per USD hingga Rp18.050 per USD," jelas Ibrahim.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Piala Dunia 2026: Timnas Inggris Lolos Dramatis ke 16 Besar
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
Richard Lee Klaim Lolos Sidang Etik Kemenkes, JPU Tetap Tolak Eksepsi
• 11 menit lalukumparan.com
thumb
Lawan Kongo, Inggris Siap Mainkan Gelandang Declan Rice di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Kecelakaan di Salatiga, Mahasiswi Berboncengan Motor Ditabrak Truk Tronton
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Aliran Minyak di Selat Hormuz Naik Jadi 10 Juta Bph, Dekati Level Normal
• 7 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.