Kemenkop menjelaskan kelanjutan dari tahapan pelatihan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) yakni pembekalan manajerial dan kompetensi bidang. Untuk itu, Kemenkop memastikan sudah menyiapkan 12 modul pelatihan berkaitan dengan manajerial koperasi.
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Farida Farichah, menjelaskan materi pembekalan manajerial tersebut nantinya meliputi filosofi dan regulasi praktis koperasi, kelembagaan dan tata kelola, manajemen operasional sampai digitalisasi KDMP.
“Itu yang kemudian akan kita berikan kepada mereka sebagai motivasi bahwasanya Koperasi Desa Merah Putih manakala nanti dikelola secara profesional bisa pada tahapnya menjadi lembaga yang profesional dan profit,” kata Farida dalam konferensi pers Harkopnas di Kantor Kemenkop, Kamis (2/6).
Adapun pembekalan manajerial dan kompetensi bidang untuk calon manajer KDMP itu bakal dilakukan pada 17-31 Juli nanti.
Terkait tempat pembekalan manajerial, Farida menjelaskan lokasinya tetap diadakan di komando latihan (kolat) tempat para calon manajer KDMP sebelumnya mendapat materi bela negara. Namun demikian, kurikulum dan pengajarnya akan dikoordinasikan oleh Kemenkop.
Di samping itu, ia juga memastikan rangkaian pelatihan calon manajer KDMP tak sekadar pelatihan namun nantinya akan dibekali oleh sertifikasi oleh BNSP.
“Setelah materi kurikulum manajerial koperasi selesai akan ada sertifikasi profesi dari BNSP. Ini semata-mata untuk menjawab keraguan publik bahwasanya pelatihan ini bukanlah pelatihan yang ala kadarnya atau seremonial belaka tetapi kurikulumnya memang sudah kita koordinasikan dengan lembaga terkait yang memang memiliki kewenangan terkait,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menuturkan saat ini jumlah calon manajer KDMP yang mengikuti pelatihan berjumlah 30 ribu. Adapun nantinya mereka akan mulai ditempatkan di KDMP masing-masing daerah pada bulan depan.
“Ya nanti (penempatannya) disesuaikan dengan asal daerahnya mereka masing-masing, (Mulai) Agustus awal tanggal minggu pertama bulan Agustus,” kata Ferry.
KDMP yang Jauh dari Pemukiman Jumlahnya di Bawah 10Dalam kesempatan yang sama, Ferry juga merespons adanya KDMP yang memiliki lokasi jauh dari pemukiman. Terkait itu, Ferry menuturkan sudah melakukan pengecekan dan jumlah KDMP yang jauh dari pemukiman di bawah 10 dari total keseluruhan KDMP yang ada.
“Jumlahnya saya sudah hitung, kurang dari 10 dari yang sering kita baca di sosial media (KDMP yang jauh dari pemukiman), dari 30 ribu (total keseluruhan) yang bulan Agustus pembangunan fisik, gedung dan alat kelengkapannya sudah dibangun. 10 yang dalam kondisi yang tidak ideal menurut saya,” ujarnya.
Sementara terkait apakah ada opsi untuk merelokasi KDMP yang lokasinya jauh dari pemukiman, Ferry menjelaskan masih akan mendiskusikan solusinya dengan turut melibatkan Kepala Desa terkait.
“Nanti kita pikirin kita carikan solusinya, tapi itu, kan, ada proses verifikasi validasi melibatkan pemerintahan dan lembaga yang lain juga dan kita akan kembalikan bermusyawarah dengan masyarakat desa dan kepala desanya,” kata Ferry.
Puncak Hari Koperasi 2026 Diselenggarakan di JakartaMemasuki bulan Juli, Ferry juga menjelaskan soal penyelenggaraan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang puncaknya jatuh pada tanggal 12 Juli nanti. Ia menjelaskan acara tersebut akan diselenggarakan di Jakarta tepatnya di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno.
Tema yang diambil adalah Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya. Nantinya, ia ingin momen Hari Koperasi bisa menjadi momen untuk mengingatkan masyarakat soal Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 tentang aturan dasar ekonomi Indonesia.
“Kita akan mengingatkan kembali kepada seluruh masyarakat di Indonesia tentang perlu dan pentingnya Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 ini bisa diterima dan kemudian dihidupkan kembali makna dan pentingnya ideologi yang tercantum, terkandung di dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 dan Koperasi menjadi garda terdepan untuk menjalankan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945,” ujarnya.





