Lansia Stroke Adukan Kondisi ke Suara Surabaya, Dinsos Sidoarjo Langsung Respons dan Evakuasi

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sidoarjo akhirnya menjemput Kakek Mustofa, lansia berusia 71 tahun yang mengalami stroke dan tinggal sendirian di kos kawasan Masangan Wetan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (2/7/2026).

Penjemputan dilakukan setelah Dinsos Sidoarjo mendengar langsung aduan Kakek Mustofa yang mengudara di Radio Suara Surabaya, Kamis siang.

Dalam aduannya, Mustofa mengaku tinggal sendiri dan dalam kondisi sakit, jarang dijenguk keluarga. Bahkan, ia kerap mengandalkan bantuan tetangga untuk kebutuhan sehari-hari, khususnya makan. “Jalan bisa. Saya mandiri masih bisa. Yang enggak bisa ya kerja itu Kalau bisa kerja, saya kerja,” ucap Mustofa saat mengudara.

Ia bahkan mengaku biaya kosnya sudah menunggak lima bulan karena tak dibayar oleh anaknya, dan telah ditegur oleh pemilik kos. “Ini nunggak lima bulan ini, enggak dibayar, saya keluar ya keluar. Saya tidur di tempat-tempat mana-mana saja, masjid enggak apa-apa,” ucapnya.

Bahkan, kata Mustofa, ia tak bisa menghubungi anak-anaknya. Ia pun berharap, bisa dijemput oleh Dinas Sosial, maupun dirawat di panti jompo asal tidak dipungut biaya. “Ya, saya minta tolong ya itu saja. Dinas Sosial bantu saya atau rumah panti jompo yang gratis,” ucap Mustofa sembari terisak.

Mendengar hal tersebut, Diana Ambarukmi Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Sidoarjo mengatakan, pihaknya langsung bergerak ke lokasi begitu Mustofa mengudara.

“Terima kasih yang pertama kami Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengucapkan terima kasih kepada Radio Suara Surabaya yang telah memediasi untuk menyampaikan informasi pengaduan dari Pak Mustofa. Kebetulan saya tadi di jalan memang saya rutin mendengarkan Radio Suara Suara Surabaya,” kata Diana saat on air di Radio Suara Surabaya, Kamis sore.

Setelah mendapat nomor kontak Mustofa dari Suara Surabaya, Tim Dinsos kemudian menuju lokasi kos yang berada di Masangan Wetan, tepatnya RT 02.

Di lokasi, kata Diana, pihaknya mendapati kondisi Mustofa cukup memprihatinkan. Lansia penderita stroke itu tinggal di salah satu kamar kos dalam deretan lima kamar dan biaya kosnya memang sudah menunggak lima bulan.

“Jadi kebetulan memang kondisinya sangat memprihatinkan, beliau sampai nangis menyampaikan makan kadang dibantu oleh tetangga kanan kiri,” ujar Diana.

Diana menyebut pemilik kos juga dihadirkan saat penjemputan itu. Dari keterangan pemilik kos, Dinsos mendapat informasi bahwa anak Mustofa memang belum membayar biaya kos selama beberapa bulan dan jarang hadir untuk memperhatikan kondisi orang tuanya.

Menurut Diana, sebetulnya persoalan Mustofa ini sudah pernah dapat atensi dari Dinsos Sidoarjo, tepatnya sekitar satu tahun lalu. Namun, saat akan dimediasi, tidak direspon anaknya.

“Kasus ini sebenarnya sudah dari satu tahun yang lalu, sudah kami tangani. Sudah memediasi juga anaknya, ternyata tidak direspon setelah itu,” ujarnya.

Adapun setibanya di lokasi, Dinsos langsung memberikan bantuan permakanan kepada Mustofa. Setelahnya, tim evakuasi datang menggunakan ambulans untuk membawanya ke Liponsos Sidokare, Sidoarjo.

Dinsos juga sudah berupaya menghubungi anak-anak Mustofa, namun sampai proses evakuasi selesai dilakukan belum ada respon. “Tadi kami sudah berusaha menghubungi sama sekali tidak tersambung bahkan pemilik kost sudah mencoba kontak terus tidak dibalas. Seperti itu,” ujar Diana.

Di Liponsos, Mustofa akan menjalani asesmen dan mendapat tempat tinggal sementara yang lebih layak. Dinsos juga akan memanggil pihak desa dan anak-anak Mustofa untuk proses mediasi, serta meminta pertanggungjawaban.

“Nanti kami lakukan asesmen, kami undang desa dari pihak desa maupun anaknya kami akan panggil. Seperti apa pertanggungjawabannya? Kalau memang ini sudah ditelantarkan dan anaknya sama sekali tidak berkenan untuk merawat orang tua, maka kami nanti akan minta surat pernyataan,” lanjutnya.

Diana mengatakan, jika keluarga benar-benar tidak bersedia merawat, maka harus ada surat pernyataan dari pihak keluarga. Setelah itu, penanganan Kakek Mustofa akan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

“Nanti kami rawat di Liponsos agar mendapatkan penghidupan yang layak, makan tiga kali, pakaian, dan yang dibutuhkan beliau,” ucapnya.

Terkait identitas kependudukan Mustofa, Diana mengatakan pihaknya belum memegang dokumen resmi karena KTP disebut masih dibawa anak dan menantunya. Untuk memastikan identitas, Dinsos akan bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sidoarjo melalui perekaman biometrik.

Jika hasil biometrik menunjukkan Mustofa merupakan warga Surabaya, Dinsos Sidoarjo akan berkoordinasi dengan Liponsos Surabaya. Meski demikian, Diana menegaskan yang terpenting saat ini adalah memastikan kondisi Mustofa tertangani lebih dulu.

Di Liponsos Sidokare, Mustofa akan tinggal bersama penghuni lain. Diana menyebut saat ini Liponsos Sidoarjo menampung sekitar 100 orang, terdiri dari lansia terlantar dan orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ yang ditempatkan di ruang terpisah.

Diana juga mengimbau keluarga Mustofa atau masyarakat yang mengenal keluarga tersebut datang ke Liponsos Sidokare untuk melakukan mediasi. Dinsos, kata dia, tetap membuka ruang jika keluarga masih bersedia merawat .

“Kami sangat terbuka, silakan hadir di Liponsas Sidokare, Sidoarjo. Nanti bisa dilakukan mediasi seperti apa untuk perawatan Pak Mustofa berikutnya,” ujarnya.

Namun, jika keluarga tidak lagi bersedia merawat, Dinsos meminta agar hal itu ditegaskan melalui mekanisme resmi agar nasib Kakek Mustofa tidak kembali terkatung-katung. “Kalau enggak kan kasihan Pak Mustofa ini ee tidak jelas nanti seperti apa kehidupannya,” kata Diana. (bil/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ADHI Tunjuk Rozi Sparta sebagai Direktur Portofolio Bisnis dan Risiko
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Sinopsis LAUTAN CINTA SCTV Episode 11, Hari Ini Kamis 2 Juli 2026: Teror Pocong Ancam Jingga dan Aidan, Kevin Deklarasikan Perang Antar Kampus
• 48 menit lalutabloidbintang.com
thumb
Mitra Dapur Siap Beri Masukan Perbaikan Tata Kelola MBG
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ekspor Kelapa Sumsel Bergeliat, Akses Permodalan Diupayakan
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
China Tindak 19 Perusahaan RI, Pengusaha Tunjuk Sumber Masalah
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.