Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) mengubah arah pengembangan aplikasi digital OCTO.
Alih-alih mengejar konsep super app dengan ratusan fitur, perseroan kini memilih memperdalam layanan investasi dan proteksi sebagai strategi meningkatkan loyalitas nasabah sekaligus menangkap kebutuhan pengelolaan keuangan masyarakat yang semakin kompleks.
Head of Digital Banking & Contact Center CIMB Niaga Lusiana Saleh mengatakan fokus pengembangan OCTO kini bukan lagi memperbanyak fitur, melainkan menyempurnakan pengalaman nasabah atau customer journey, mulai dari proses pembukaan rekening, bertransaksi, hingga berinvestasi dan memanfaatkan produk keuangan lainnya.
"Kalau dulu semua bank berlomba-lomba menjadi super app, pokoknya fiturnya harus paling banyak. Sekarang kami tidak lagi mengejar itu. Kami lebih fokus bagaimana melakukan deepening, memperkaya satu layanan agar pengalaman nasabah semakin baik," ujarnya di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Menurut Lusiana, strategi tersebut dilatarbelakangi perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan kanal digital dalam mengelola keuangan.
Hingga kini sekitar 90% dari seluruh transaksi CIMB Niaga telah dilakukan melalui kanal digital. Sementara itu, sekitar 60% pembukaan produk investasi seperti reksa dana, obligasi, dan instrumen pasar sekunder juga dilakukan melalui aplikasi OCTO.
Baca Juga
- Cost of Fund Diprediksi Naik, CIMB Niaga Bidik Rasio CASA Bertahan di 70%
- CIMB Niaga Latih Jurnalis Isu Keberlanjutan, Siapkan Dukungan Program Aksi
- CIMB Niaga (BNGA) Tebar Promo Spesial di OCTO Land Blok M hingga Mei 2027
Dia menilai pandemi Covid-19 menjadi momentum penting yang mempercepat digitalisasi layanan perbankan. Kebiasaan nasabah yang sebelumnya masih datang ke kantor cabang untuk membuka rekening kini beralih ke layanan digital yang dapat diakses kapan saja.
"Semua orang mengeluh Covid, tetapi buat kami justru menjadi momentum akselerasi transaksi digital. Edukasi digital meningkat dan sekarang pembukaan tabungan pun mayoritas dilakukan secara digital," katanya.
Lusiana menjelaskan transaksi yang paling banyak dilakukan melalui OCTO masih didominasi transfer dana, disusul pembayaran menggunakan QRIS, top up dompet digital dan uang elektronik, pembayaran tagihan, hingga transaksi investasi.
Meski demikian, perseroan mengaku tidak lagi berfokus mengejar pendapatan berbasis biaya transaksi (fee based income) dari kanal digital. CIMB Niaga bahkan menggratiskan beberapa transaksi transfer melalui OCTO sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan loyalitas nasabah.
Menurut dia, pendekatan tersebut diyakini mampu menciptakan hubungan yang lebih kuat antara nasabah dengan bank karena nasabah akan menggunakan lebih banyak produk dalam satu ekosistem.
"Kami melihatnya secara jangka panjang. Mungkin pendapatan dari transaksi digital tidak sebesar sebelumnya karena banyak layanan yang digratiskan. Tetapi kalau nasabah semakin loyal, menggunakan lebih banyak produk dan bertahan lebih lama, hubungan dengan bank akan semakin kuat," tuturnya.
Sejalan dengan strategi tersebut, CIMB Niaga juga memperdalam layanan investasi yang menjadi fokus utama pengembangan OCTO. Perseroan melihat minat investasi melalui kanal digital terus meningkat, terutama pada produk reksa dana dan obligasi yang saat ini menjadi kontributor terbesar transaksi investasi.
Selain itu, tabungan emas yang mulai tersedia di aplikasi OCTO sejak akhir 2025 juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup pesat dengan volume transaksi dan minat nasabah yang terus meningkat.
Lusiana mengatakan seluruh produk investasi tersebut sengaja dirancang agar dapat diakses masyarakat luas. Investasi reksa dana dapat dimulai dari Rp10.000, pembukaan tabungan emas sekitar Rp80.000, sedangkan pembelian obligasi pemerintah seperti ORI dapat dilakukan mulai Rp1 juta.
Menurutnya, strategi itu dilakukan agar investasi tidak hanya dinikmati oleh nasabah kelas atas, tetapi juga mahasiswa maupun pekerja yang baru memulai karier.
"Kami ingin menjangkau lebih banyak segmen. Edukasi investasi itu penting sejak mahasiswa maupun first jobber. Yang terpenting masyarakat mulai memahami cara berinvestasi yang benar," ujarnya.
Di tengah daya beli masyarakat yang masih menghadapi tekanan, CIMB Niaga juga memperkuat edukasi mengenai pengelolaan keuangan keluarga. Perseroan mendorong masyarakat membangun dana darurat dan mulai berinvestasi secara bertahap agar memiliki ketahanan finansial ketika menghadapi risiko yang tidak terduga.
Lusiana mengatakan masih banyak masyarakat, terutama generasi muda, yang memiliki kecenderungan berbelanja secara impulsif tanpa disertai perencanaan keuangan yang memadai. Di sisi lain, maraknya penawaran investasi dengan imbal hasil tinggi juga dinilai meningkatkan risiko masyarakat terjebak investasi ilegal.
"Kami tidak ingin masyarakat melakukan spending yang tidak terarah. Yang kami dorong adalah mereka memiliki dana darurat dan investasi. Kami juga terus mengedukasi agar masyarakat memahami investasi yang benar dan tidak mudah tergiur investasi bodong," katanya.
Dia menambahkan investasi juga perlu dilakukan dengan prinsip diversifikasi sesuai profil risiko masing-masing nasabah. Oleh sebab itu, CIMB Niaga tidak mendorong masyarakat menempatkan seluruh dana pada satu instrumen investasi, melainkan menyebarkan portofolio ke berbagai aset, mulai dari reksa dana, obligasi hingga emas.
CIMB Niaga juga tengah mengembangkan fitur lanjutan pada layanan emas hasil kerja sama dengan Pegadaian. Tidak hanya melayani transaksi jual beli, perseroan juga menyiapkan berbagai fitur baru seperti pencetakan emas serta pengembangan layanan lain agar pengalaman investasi nasabah semakin lengkap.
Langkah tersebut sejalan dengan kampanye "OCTO untuk Keluarga Indonesia" yang diluncurkan CIMB Niaga. Melalui pendekatan tersebut, perseroan ingin menjadikan OCTO bukan sekadar aplikasi transaksi, melainkan platform yang mendampingi kebutuhan keuangan keluarga mulai dari pengelolaan dana, investasi, proteksi hingga pembiayaan di setiap fase kehidupan.





