Jakarta (ANTARA) - PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) memperkuat pembiayaan sektor produktif melalui model bisnis berbasis ekosistem dengan mengintegrasikan layanan perbankan korporasi, ritel, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta digital guna mendukung kegiatan usaha dan perekonomian.
Direktur Wholesale KB Bank Widodo Suryadi mengatakan perseroan tidak lagi hanya berfokus pada penyaluran kredit, tetapi juga menghadirkan solusi keuangan yang terintegrasi sesuai kebutuhan nasabah korporasi.
"Kami tidak hanya menyediakan pembiayaan, tetapi kami juga menghadirkan solusi keuangan yang terintegrasi, mulai dari cash management, trade finance, treasury hingga supply chain financing," kata Widodo di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, layanan tersebut meliputi pengelolaan kas perusahaan, pembiayaan perdagangan, layanan treasury, serta pembiayaan rantai pasok sehingga hubungan dengan nasabah tidak berhenti pada penyaluran kredit semata.
Pendekatan tersebut bertujuan membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah korporasi sekaligus memperluas layanan kepada seluruh rantai bisnis yang dimiliki nasabah, mulai dari pemasok, distributor, merchant, hingga karyawan perusahaan.
Strategi itu juga diarahkan untuk meningkatkan pendapatan berbasis komisi atau jasa layanan perbankan (fee based income), memperkuat penghimpunan dana murah atau current account saving account (CASA), serta menjaga kualitas aset melalui hubungan bisnis yang lebih terintegrasi.
Salah satu implementasi strategi tersebut dilakukan melalui kemitraan dengan kelompok rumah sakit di wilayah Jabodetabek.
Dalam salah satu kerja sama, layanan yang dikembangkan mencakup enam rumah sakit dan satu klinik spesialis dengan dukungan sekitar 1.600 tenaga kesehatan, termasuk sekitar 1.000 perawat dan tenaga profesional, serta memiliki target pengembangan hingga lebih dari 1.000 tempat tidur rumah sakit.
Menurut Widodo, layanan yang diberikan tidak hanya berupa pembiayaan, tetapi juga pengelolaan rekening operasional rumah sakit, pengelolaan pembayaran BPJS Kesehatan dan perusahaan asuransi, layanan penggajian tenaga kesehatan, sistem pembayaran, serta pembiayaan rantai pasok bagi pemasok alat kesehatan.
"Nah sebenarnya itu hanya ekosistem kecil di rumah sakit, tetapi kalau kita kembangkan lagi itu jangkauannya sebenarnya luar biasa," ucap dia.
Pendekatan serupa juga diterapkan dalam pengembangan pembiayaan UMKM melalui jaringan perusahaan yang telah menjadi nasabah korporasi KB Bank sehingga pemasok, distributor, pembeli, maupun merchant dalam rantai pasok dapat memperoleh akses pembiayaan dan layanan transaksi berdasarkan hubungan bisnis yang telah terbentuk.
Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan sinergi antara bisnis perbankan korporasi dan ritel menjadi bagian penting dalam transformasi perseroan sehingga kedua segmen tersebut saling mendukung dalam membangun ekosistem layanan.
Kunardy menjelaskan nasabah korporasi dapat dihubungkan dengan layanan ritel seperti penggajian (payroll) dan pembiayaan perumahan, sedangkan nasabah ritel yang memiliki usaha dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan pembiayaan di segmen korporasi.
Menurut dia, penyaluran pembiayaan tetap diarahkan ke sektor-sektor produktif yang memiliki fundamental kuat agar mampu mendukung kegiatan usaha dan perekonomian Indonesia.
"Sudah tentu kita lebih ke sektor produktif, kita ingin memindahkan dana ke perusahaan-perusahaan untuk produk-produk produktif menciptakan lapangan kerja yang membantu yang juga berguna untuk perekonomian Indonesia," ungkap Kunardy.
Dari sisi pemanfaatan teknologi, KB Bank mengembangkan platform KBstarBiz bagi nasabah korporasi dan KBstar bagi nasabah ritel untuk mendukung layanan transaksi dan pengelolaan keuangan dalam ekosistem bisnis.
Hingga triwulan I 2026, KB Bank mencatat pertumbuhan kredit berkualitas (normal loan) sebesar 4,76 persen secara tahunan, CASA 31,55 persen, serta membukukan Pre-Provision Operating Profit (PPOP) positif sebesar Rp9 miliar. Sementara itu, portofolio kredit segmen wholesale tumbuh sekitar 8 persen secara tahunan.
Direksi mengatakan model pembiayaan berbasis ekosistem akan terus dikembangkan ke berbagai sektor strategis guna memperkuat pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan sekaligus mendukung kegiatan usaha dan perekonomian Indonesia.
Direktur Wholesale KB Bank Widodo Suryadi mengatakan perseroan tidak lagi hanya berfokus pada penyaluran kredit, tetapi juga menghadirkan solusi keuangan yang terintegrasi sesuai kebutuhan nasabah korporasi.
"Kami tidak hanya menyediakan pembiayaan, tetapi kami juga menghadirkan solusi keuangan yang terintegrasi, mulai dari cash management, trade finance, treasury hingga supply chain financing," kata Widodo di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, layanan tersebut meliputi pengelolaan kas perusahaan, pembiayaan perdagangan, layanan treasury, serta pembiayaan rantai pasok sehingga hubungan dengan nasabah tidak berhenti pada penyaluran kredit semata.
Pendekatan tersebut bertujuan membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah korporasi sekaligus memperluas layanan kepada seluruh rantai bisnis yang dimiliki nasabah, mulai dari pemasok, distributor, merchant, hingga karyawan perusahaan.
Strategi itu juga diarahkan untuk meningkatkan pendapatan berbasis komisi atau jasa layanan perbankan (fee based income), memperkuat penghimpunan dana murah atau current account saving account (CASA), serta menjaga kualitas aset melalui hubungan bisnis yang lebih terintegrasi.
Salah satu implementasi strategi tersebut dilakukan melalui kemitraan dengan kelompok rumah sakit di wilayah Jabodetabek.
Dalam salah satu kerja sama, layanan yang dikembangkan mencakup enam rumah sakit dan satu klinik spesialis dengan dukungan sekitar 1.600 tenaga kesehatan, termasuk sekitar 1.000 perawat dan tenaga profesional, serta memiliki target pengembangan hingga lebih dari 1.000 tempat tidur rumah sakit.
Menurut Widodo, layanan yang diberikan tidak hanya berupa pembiayaan, tetapi juga pengelolaan rekening operasional rumah sakit, pengelolaan pembayaran BPJS Kesehatan dan perusahaan asuransi, layanan penggajian tenaga kesehatan, sistem pembayaran, serta pembiayaan rantai pasok bagi pemasok alat kesehatan.
"Nah sebenarnya itu hanya ekosistem kecil di rumah sakit, tetapi kalau kita kembangkan lagi itu jangkauannya sebenarnya luar biasa," ucap dia.
Pendekatan serupa juga diterapkan dalam pengembangan pembiayaan UMKM melalui jaringan perusahaan yang telah menjadi nasabah korporasi KB Bank sehingga pemasok, distributor, pembeli, maupun merchant dalam rantai pasok dapat memperoleh akses pembiayaan dan layanan transaksi berdasarkan hubungan bisnis yang telah terbentuk.
Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan sinergi antara bisnis perbankan korporasi dan ritel menjadi bagian penting dalam transformasi perseroan sehingga kedua segmen tersebut saling mendukung dalam membangun ekosistem layanan.
Kunardy menjelaskan nasabah korporasi dapat dihubungkan dengan layanan ritel seperti penggajian (payroll) dan pembiayaan perumahan, sedangkan nasabah ritel yang memiliki usaha dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan pembiayaan di segmen korporasi.
Menurut dia, penyaluran pembiayaan tetap diarahkan ke sektor-sektor produktif yang memiliki fundamental kuat agar mampu mendukung kegiatan usaha dan perekonomian Indonesia.
"Sudah tentu kita lebih ke sektor produktif, kita ingin memindahkan dana ke perusahaan-perusahaan untuk produk-produk produktif menciptakan lapangan kerja yang membantu yang juga berguna untuk perekonomian Indonesia," ungkap Kunardy.
Dari sisi pemanfaatan teknologi, KB Bank mengembangkan platform KBstarBiz bagi nasabah korporasi dan KBstar bagi nasabah ritel untuk mendukung layanan transaksi dan pengelolaan keuangan dalam ekosistem bisnis.
Hingga triwulan I 2026, KB Bank mencatat pertumbuhan kredit berkualitas (normal loan) sebesar 4,76 persen secara tahunan, CASA 31,55 persen, serta membukukan Pre-Provision Operating Profit (PPOP) positif sebesar Rp9 miliar. Sementara itu, portofolio kredit segmen wholesale tumbuh sekitar 8 persen secara tahunan.
Direksi mengatakan model pembiayaan berbasis ekosistem akan terus dikembangkan ke berbagai sektor strategis guna memperkuat pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan sekaligus mendukung kegiatan usaha dan perekonomian Indonesia.





