Setelah MBG, Kemenhan Jadi Penyedot APBN Super Jumbo!

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan jurnalis Muchlis A. Rofik mengungkapkan bahwa Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menjadi lembaga dengan anggaran terbesar kedua setelah Badan Gizi Nasional (BGN) yang menaungi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Melalui akun X pribadinya, Muchlis membagikan catatan Tempo berjudul Kementerian dan Lembaga dengan Anggaran Terbesar 2026. Dalam poster tersebut, BGN menempati posisi pertama dengan dana Rp217,86 triliun, sedangkan Kemenhan berada di posisi kedua dengan Rp167,4 triliun.

"Setelah MBG, Kemenhan adalah lembaga penyedot APBN paling besarrr..," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (2/7).

Menurutnya, Kemenhan kini menjadi lembaga super yang mengurus berbagai hal, termasuk rekrutmen dan pelatihan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang menelan korban lima orang meninggal dunia. 

"Lembaga super. Ngurus semua hal: dari angkatan perang, alutsista, batalyon pembangunan.. sampek rekrutmen dan pelatihan manejer KOPERASI! LIMA orang tewas, dan lembaga pengelola pelatihannya tetep gak tersentuh," ujar Muchlis.

Muchlis menilai Kemenhan sebagai penyedot APBN super jumbo dengan kekuasaan yang merambah ke segala sektor. "Gak ada lembaga yang berani ngaudit, bahkan ngomong pun..," tandasnya.

Sebelumnya, Kemenhan menegaskan akan memberikan santunan sebesar Rp50 juta kepada keluarga lima peserta latihan dasar militer (Latsarmil) calon manajer KDMP yang meninggal dunia.

Santunan tersebut bukan uang saku atau fasilitas reguler, melainkan bentuk uang duka dan tanggung jawab moral negara atas insiden tersebut.

Baca Juga: Oknum TNI Aktif Terseret Kasus Korupsi BGN, Kejaksaan Tambah Tersangka Baru Modus Jual Ompreng MBG

"Ada santunan yang diberikan kepada keluarga yang bersangkutan langsung sampai pengantaran mulai dari proses di kejadian di tempat sampai dengan pemakaman sebagai bentuk tanggung jawab dan perhatian kita sebagai penyelenggara khususnya sebagai representasi negara. Kita memberikan santunan ya setiap orang itu Rp 50 juta," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan dalam konferensi pers di Gedung Kemenhan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Selain santunan, Kemenhan juga membantu seluruh proses penanganan jenazah, mulai dari lokasi kejadian, pengantaran ke daerah asal, hingga pemakaman, serta tetap berkomunikasi dengan keluarga yang ditinggalkan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persib Bandung Batal Kontrak Igor Tolic? Mantan Pelatih Sandy Walsh Dikabarkan Merapat Gabung Tim Juara Super League
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Polisi amankan benda diduga mortir di Anjungan Sumbar TMII
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Marinus Gea Dorong Relawan Kebajikan Pancasila Wujudkan Transformasi Karakter Masyarakat
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Resmi, Tyson Fury dan Anthony Joshua Sama-sama Comeback, Duel Terbesar Tinju Dunia Tinggal Menunggu Waktu
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Parlemen Israel Setujui RUU Larangan Azan Melenggang ke Tahap Lanjutan, Hamas Meradang
• 10 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.