Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) memperkuat layanan wealth management digital dengan menggandeng PT Sun Life Financial Indonesia untuk menghadirkan produk asuransi jiwa dan kesehatan di aplikasi OCTO. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan memperdalam layanan finansial dalam satu ekosistem, alih-alih mengejar konsep super app.
Head of Digital Banking & Contact Center CIMB Niaga Lusiana Saleh mengatakan penambahan produk proteksi tersebut akan melengkapi berbagai instrumen investasi yang telah tersedia di OCTO, seperti reksa dana, obligasi pemerintah, dan tabungan emas.
"Kami tidak lagi mengejar menjadi super app. Fokus kami sekarang adalah memperdalam layanan. Salah satunya investasi, kemudian akan dilengkapi dengan proteksi sehingga kebutuhan finansial nasabah bisa terpenuhi dalam satu aplikasi," ujar Lusiana dalam media gathering di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Menurut dia, produk asuransi yang akan dipasarkan bersama Sun Life dijadwalkan meluncur dalam waktu dekat dan disesuaikan dengan kebutuhan setiap segmen nasabah.
Untuk segmen keluarga, misalnya, CIMB Niaga akan lebih banyak menawarkan produk asuransi jiwa guna memberikan perlindungan terhadap risiko yang dihadapi pencari nafkah utama. Sementara itu, asuransi kesehatan juga diproyeksikan menjadi produk utama mengingat biaya layanan kesehatan yang terus meningkat.
"Kalau berbicara keluarga, tentu yang dipikirkan adalah bagaimana melindungi keluarga apabila terjadi sesuatu kepada kita. Selain itu, kesehatan juga penting karena biaya rumah sakit dan pengobatan semakin mahal," katanya.
Lusiana menjelaskan kehadiran produk proteksi diharapkan menjadikan OCTO bukan sekadar kanal transaksi perbankan, tetapi juga platform yang mampu memenuhi kebutuhan pengelolaan kekayaan dan perlindungan finansial nasabah secara menyeluruh.
Saat ini, OCTO telah menyediakan berbagai pilihan investasi, mulai dari reksa dana, obligasi negara seperti ORI, hingga tabungan emas yang diluncurkan pada akhir 2025. Perseroan mencatat reksa dana dan obligasi masih menjadi kontributor terbesar, sementara tabungan emas menunjukkan pertumbuhan minat yang cukup tinggi sejak diperkenalkan.
Untuk memperluas inklusi keuangan, CIMB Niaga juga menawarkan nominal investasi yang terjangkau. Reksa dana dapat dibeli mulai Rp10.000, tabungan emas mulai sekitar Rp80.000, sedangkan obligasi pemerintah tersedia mulai Rp1 juta.
"Kami tidak hanya menyasar nasabah yang sudah mapan. Mahasiswa maupun first jobber juga menjadi target karena edukasi investasi harus dimulai sejak dini," ujar Lusiana.
Di tengah daya beli masyarakat yang masih menghadapi tantangan, CIMB Niaga juga meningkatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan keluarga. Perseroan mendorong masyarakat memiliki dana darurat dan mulai berinvestasi secara bertahap agar memiliki ketahanan finansial saat menghadapi kondisi yang tidak terduga.
Lusiana menilai masyarakat juga perlu memahami pentingnya diversifikasi investasi sesuai profil risiko serta memilih instrumen yang berada di bawah pengawasan regulator.
"Jangan semua dana ditempatkan pada satu instrumen. Setiap orang memiliki profil risiko yang berbeda sehingga investasi perlu didiversifikasi, baik melalui reksa dana, obligasi maupun emas," katanya.
Pengembangan layanan investasi dan proteksi tersebut didukung oleh meningkatnya pemanfaatan kanal digital. Hingga kini sekitar 90% transaksi CIMB Niaga telah dilakukan melalui kanal digital, sementara sekitar 60% pembukaan produk investasi berlangsung melalui aplikasi OCTO.
Menurut Lusiana, tingginya adopsi layanan digital menjadi dasar bagi perseroan untuk terus memperkaya fitur di OCTO. Selain investasi dan proteksi, CIMB Niaga juga tengah mengembangkan berbagai fitur lanjutan pada layanan tabungan emas hasil kerja sama dengan Pegadaian.
"Yang kami bangun bukan sekadar menambah fitur, tetapi bagaimana customer journey menjadi lebih baik dan seluruh kebutuhan finansial nasabah bisa tersedia dalam satu ekosistem," ujarnya





