VIVA – Pelatih Republik Demokratik (RD) Kongo, Sebastien Desabre, mengakui timnya tampil baik saat menghadapi Inggris pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Namun, menurutnya, kualitas individu Harry Kane menjadi pembeda yang membuat RD Kongo harus mengakhiri perjalanan setelah kalah 1-2, KAmis 2 Juli 2026.
RD Kongo sebenarnya sempat mengejutkan Inggris dengan unggul lebih dulu melalui gol Brian Cipenga pada menit ketujuh. Tim asuhan Desabre mampu mempertahankan keunggulan hingga memasuki babak kedua sebelum Harry Kane membalikkan keadaan lewat dua gol pada menit ke-75 dan ke-86.
Desabre menilai anak asuhnya telah menjalankan pertandingan sesuai rencana. Namun, ia mengakui timnya memberikan ruang pada momen-momen krusial yang mampu dimanfaatkan oleh salah satu penyerang terbaik dunia.
- ROBERTO SCHMIDT / AFP
"Menjelang akhir pertandingan kami memberikan dua peluang, lalu salah satu pemain terbaik di dunia mencetak dua gol ke gawang kami. Sangat disayangkan," kata Desabre seperti dikutip dari laman FIFA.
Kekalahan tersebut membuat langkah RD Kongo di Piala Dunia 2026 terhenti pada babak 32 besar. Sementara itu, Inggris memastikan tiket ke babak 16 besar setelah berhasil melakukan comeback pada babak kedua.
Meski gagal melaju ke fase berikutnya, Desabre tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya. Pelatih asal Prancis itu menilai pengalaman menghadapi tim kuat seperti Inggris akan menjadi bekal penting bagi perkembangan sepak bola RD Kongo di masa mendatang.
"Mereka mendapatkan banyak pengalaman dengan menghadapi tim seperti ini," ujarnya.
Desabre juga mengakui skuadnya masih membutuhkan pengalaman untuk bersaing secara konsisten di level tertinggi. Menurutnya, proses pembelajaran harus terus berlanjut agar RD Kongo mampu tampil lebih kompetitif pada turnamen berikutnya.
"Kami terus belajar dan terus berkembang. Kami akan melanjutkan proses ini dengan tenang," tutur Desabre.





