RI-Belarus perkuat kerja sama bidang pendidikan kedokteran-farmasi

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Indonesia dan Belarus sepakat untuk memperkuat kerja sama bilateral di sektor kesehatan, utamanya bidang pendidikan kedokteran dan kefarmasian.

Indonesia dan Belarus menandatangani nota kesepahaman (MoU) di berbagai bidang, mulai dari kesehatan, budaya, akreditasi nasional, pelaporan transaksi keuangan, industri, sains dan teknologi, hingga jasa keuangan sebagai tindak lanjut penguatan hubungan bilateral kedua negara.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono di Jakarta, Kamis, mengatakan ada potensi besar yang dimiliki kedua negara untuk saling melengkapi. Dia mengutip pepatah Belarus, Dobraye slova lyechyts (kata-kata yang baik itu menyembuhkan), sebagai landasan persahabatan kedua negara.

Baca juga: Undip-Tianjin Medical University kerja sama riset kedokteran

"Setiap negara memiliki sesuatu untuk diajarkan, dan setiap sistem kesehatan selalu memiliki ruang untuk ditingkatkan. Kita sepakat untuk membahas secara mendalam dua topik utama pada pertemuan hari ini, yaitu pendidikan kedokteran dan kerja sama di bidang farmasi," ujarnya.

Dalam hal pendidikan dan peningkatan kapasitas tenaga medis, katanya, Indonesia sedang menjajaki program fellowship berfokus pada penanganan kardiologi (jantung), onkologi (kanker), neurologi dan stroke, urologi, nefrologi, serta kesehatan ibu dan anak.

Terkait hal tersebut, Kemenkes akan segera mengambil langkah proaktif untuk merealisasikan pertukaran keahlian.

“Kami akan mengirimkan delegasi ke Belarus untuk mengevaluasi program-program di sana, serta mendatangkan para dokter dari Belarus ke Indonesia untuk memberikan pelatihan kepada dokter-dokter kami,” ujarnya.

Selain pendidikan, penguatan sektor farmasi menjadi prioritas. Pemerintah membidik perluasan akses dan distribusi alat medis melalui potensi kolaborasi antara perusahaan farmasi Belarus, Belpharmprom, dengan industri manufaktur Indonesia.

“Besok pagi, perusahaan-perusahaan farmasi dari Indonesia akan mengadakan pertemuan dengan rekan-rekan mereka. Kementerian Kesehatan mendukung penuh pengembangan ini dan akan menjembatani koordinasi dengan perusahaan-perusahaan farmasi dari Belarus,” katanya.

Sebagai wujud nyata komitmen peningkatan kualitas layanan kesehatan di dalam negeri, delegasi Belarus juga diajak meninjau fasilitas Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono.

Kunjungan tersebut mencerminkan pilar transformasi sistem kesehatan nasional yang tengah digenjot oleh Indonesia. RS PON terus memperluas kapasitasnya untuk menyediakan layanan saraf dan otak komprehensif, mulai dari pembedahan hingga rehabilitasi, baik bagi pasien lokal maupun internasional.

Menanggapi komitmen tersebut, Menteri Kesehatan Republik Belarus Aliaksandr Khajayeu menyambut baik langkah konkret yang diusulkan oleh Pemerintah Indonesia. Dia menyoroti bahwa standar regulasi kedua negara, khususnya pada sektor obat-obatan, sudah selaras.

Baca juga: Unpatti-University of Malaya kerja sama bidang kedokteran gigi

Baca juga: UI dan Kerajaan Negeri Selangor Malaysia kerja sama bidang kedokteran

"Terkait area kerja sama, ini merupakan pertemuan yang sangat baik. Standar kita, terutama untuk obat generik, tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Kami siap menyambut para spesialis secara langsung guna mempercepat proses yang ada," ungkap Aliaksandr.

Dia juga meyakini bahwa komunikasi dan koordinasi langsung antarsistem kesehatan dari kedua negara nantinya sangat membantu kelancaran proses registrasi farmasi maupun perizinan medis lainnya.

Sebagai instrumen operasional dari kesepakatan tingkat tinggi ini, Indonesia dan Belarus telah menyusun Operational Road Map 2026–2030. Peta jalan ini disusun agar implementasi berbagai program kerja sama dapat segera berjalan secara terukur dan memberikan manfaat nyata bagi ketahanan kesehatan masyarakat di kedua negara.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Program Doktor Pendidikan Vokasi Keteknikan UNM Raih Akreditasi Unggul dari LAMDIK
• 11 jam laluterkini.id
thumb
5 Calon Manajer Kopdes Meninggal, Pemerintah Cairkan Santunan Rp92 Juta hingga Rp118 Juta
• 9 jam laludisway.id
thumb
Gus Qowim Buka Kediri Beauty Fest 2026, Dorong Industri Kecantikan dan UMKM Kreatif Berkembang
• 9 jam laluberitajatim.com
thumb
Terungkap! Ternyata Ada Perempuan Lain, Taufik Hidayat Sempat Kencani Janda saat YTR Disekap
• 22 jam lalugrid.id
thumb
Bantu Anak Petani Untuk Kuliah, Pemkab. Karawang Siapkan Beasiswa
• 21 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.