Kronologi Penggerebekan Bandar Sabu di Katingan yang Berujung Maut

eranasional.com
3 jam lalu
Cover Berita

Dalam operasi tersebut, seorang anggota Satresnarkoba Polres Katingan meninggal dunia, sementara dua personel lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dicari setelah terjadi bentrokan dengan keluarga terduga pelaku serta sejumlah warga.

Penggerebekan dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat pada Rabu (1/7/2026) terkait dugaan aktivitas peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.

Dari hasil penyelidikan, petugas mengidentifikasi seorang pria berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika sebagai target operasi.

Sekitar pukul 21.00 WIB, tim Satresnarkoba yang dipimpin Kasat Resnarkoba bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 00.30 WIB.

Setibanya di lokasi, personel dibagi menjadi dua kelompok. Tim pertama bertugas melakukan penangkapan di rumah target, sedangkan tim kedua bersiaga di sekitar area SMPN setempat untuk memberikan dukungan pengamanan.

Saat petugas memasuki lokasi dan memperkenalkan diri, BIO berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti. Namun, situasi berubah ketika seorang pria yang berada di dalam rumah tiba-tiba menyerang anggota polisi menggunakan senjata tajam jenis parang.

Serangan awal tersebut berhasil diantisipasi. Tidak lama kemudian, dua pria lainnya kembali melakukan penyerangan terhadap Kasat Resnarkoba dengan senjata tajam.

Petugas sempat memberikan tembakan peringatan agar penyerangan dihentikan. Namun, peringatan itu tidak diindahkan sehingga aparat mengambil tindakan tegas untuk melumpuhkan salah seorang penyerang yang dinilai mengancam keselamatan personel.

Insiden tersebut memicu kepanikan keluarga terduga pelaku yang kemudian mengundang warga sekitar.

Dalam waktu singkat, massa berdatangan dengan membawa senjata tajam dan senjata api rakitan hingga mengepung anggota Satresnarkoba yang berada di lokasi.

Melihat kondisi yang semakin berbahaya, personel segera meminta bantuan tambahan dari Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah.

Untuk menghindari amukan massa, tim pertama terpaksa menyelamatkan diri dengan berlindung di sebuah pulau kecil yang berada di tengah sungai.

Sementara itu, tim kedua bergerak menuju Polsek Katingan Tengah guna meminta bantuan.

Dalam perjalanan, mereka sempat dihadang dan dikejar sekelompok warga, namun akhirnya berhasil tiba di kantor polisi dengan selamat.

Situasi yang semakin tidak kondusif membuat anggota yang berlindung di pulau berupaya menyeberangi sungai untuk menyelamatkan diri. Beberapa personel berhasil mencapai seberang dan bersembunyi di kawasan hutan.

Namun, Aiptu Sumariyanto, Aipda Yudhie, dan Bripda Nopandri Ramadhana diduga mengalami kelelahan saat berenang sehingga kembali ke tepian sungai yang telah dipenuhi warga.

Dalam proses evakuasi, sembilan anggota Satresnarkoba berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

Sementara itu, Aipda Yudhie ditemukan meninggal dunia di sebuah lanting.

Adapun Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana hingga kini masih dalam pencarian melalui penyisiran di sepanjang aliran sungai.

Kepolisian masih menangani kasus tersebut sekaligus melanjutkan pencarian terhadap dua personel yang belum ditemukan.

Aparat juga terus melakukan pendalaman untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa yang menyebabkan operasi penangkapan tersebut berujung tragedi. []


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Sebut Kasus Bupati Kuansing Coreng Nilai Luhur Pacu Jalur
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo dan Presiden Belarus Resmi Luncurkan Roadmap Bilateral, Begini Isinya
• 6 jam laludetik.com
thumb
Pesan-pesan Prabowo untuk Polri yang Berusia 80 Tahun
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Kampus dengan Jurusan Farmasi Terbaik di Indonesia Tahun 2026 Menurut QS World University Ranking
• 10 jam lalubeautynesia.id
thumb
Bayar Pajak Kendaraan Makin Praktis di PRJ, Ada Penghapusan Denda
• 12 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.