BOGOR, KOMPAS.com - Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026), menjadi saksi peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara yang berlangsung khidmat dan meriah.
Beragam atraksi kesiapan pengamanan dan parade defile dipamerkan Polri dalam momen Hari Bhayangkara yang juga dihadiri Presiden Prabowo Subianto di Satuan Latihan (Satlat) Brimob Cikeas.
Polri juga menggelar pameran berbagai produk, perlengkapan, kendaraan, dan inovasi pendukung tugas kepolisian yang ditinjau langsung Prabowo.
Di balik atraksi dan parade itu, Presiden RI Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara memberikan pesan agar menjaga kepercayaan publik, dan terus berbenah diri.
Sebagai penegak hukum, Polri juga diingatkan harus melindungi, bukan menyusahkan rakyat
"Jadilah polisi yang dekat dengan rakyat. Datanglah ketika rakyat membutuhkan. Dengarkan rakyat, layani rakyat, lindungi rakyat. Jangan justru menyusahkan rakyat," kata Prabowo dalam pidatonya.
Baca juga: Di depan Prabowo, Kapolri Pamer Zero Terrorist Attack sejak 2023
Jaga kepercayaan publik
Di momen ini, Prabowo juga memberi pesan agar Polri menjaga kepercayaan publik.
"Pertama, jagalah kepercayaan rakyat. Karena kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi," kata Prabowo dalam pidatonya.
Kepala Negara mengingatkan polisi digaji oleh masyarakat.
Baca juga: Polri untuk Masyarakat, Bukan untuk Ditakuti Masyarakat
Oleh karenanya, polisi harus dekat dengan rakyat serta mendengar dan mendatangi masyarakat yang butuh bantuan.
"Dengarkan rakyat layani rakyat lindungi rakyat jangan justru menyusahkan rakyat, ingat gaji kita sebagai alat negara adalah dari rakyat semua perlengkapan kita dari rakyat karena itu kita harus benar-benar menjaga dan melindungi rakyat kita," jelasnya.
Kemudian, ia mendorong Polri menegakan hukum dengan adil. Polisi harus berani membela yang benar dan melindungi yang lemah.
Prabowo juga meminta polisi terus meningkatkan profesionalisme.
"Kuasai ilmu pengetahuan, kuasai teknologi, kuasai kecerdasan buatan. Kejahatan masa kini dan masa depan hanya bisa dikalahkan oleh aparat yang selalu belajar, yang cerdas, dan yang handal," ucapnya.
Baca juga: Pigai Minta TNI-Polri Kendalikan Aparat di Papua Usai Tewasnya Pendeta GKI