Bisnis.com, JAKARTA — Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) mengungkapkan adanya perubahan pola wisatawan saat periode libur sekolah pertengahan 2026.
Sekretaris Jenderal Asita Budijanto Ardiansjah menyampaikan bahwa secara umum, terdapat lonjakan pergerakan wisatawan sejak periode libur sekolah dimulai pada akhir Juni hingga awal Juli ini.
Namun, terdapat fenomena bahwa tidak banyak pelancong yang mengambil paket wisata yang ditawarkan agen perjalanan. Menurutnya, hal ini disebabkan meningkatnya kecenderungan wisata mandiri.
“Jadi, tamu hanya sewa kendaraan dan memesan kamar hotel saja. Selebihnya, mereka atur sendiri perjalanannya,” kata Budijanto saat dihubungi Bisnis, Kamis (2/6/2026).
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa perubahan pola berwisata tersebut cenderung terjadi pada perjalanan di dalam negeri. Sementara itu, untuk wisata ke luar negeri, para pelancong masih mempertahankan minat dalam membeli paket dari agen perjalanan.
Budijanto lantas menyampaikan bahwa hal ini menunjukkan bahwa wisatawan saat ini mengedepankan gaya melancong yang lebih bebas dan mudah (free and easy).
Baca Juga
- Jalan Terjal 8 KEK Pariwisata Tarik Investasi
- Pariwisata Olahraga Didorong, MotoGP Mandalika Jadi Contoh
- Investasi KEK Pariwisata Capai Rp45 Triliun per Kuartal I/2026
Menurutnya, pelaku usaha perjalanan pun melakukan penyesuaian strategi guna menangkap peluang baru dari fenomena tersebut.
“Jadi sekarang kebanyakan free and easy istilahnya. Penyesuaian dilakukan untuk harga tiket pesawat dan surcharge kamar yang dikenakan hotel,” terang Budijanto.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air pada Mei 2026 mencapai 106,16 juta perjalanan, meningkat 8,83% dibandingkan April 2026 dan naik 8,69% dibandingkan Mei 2025.
Secara kumulatif, jumlah perjalanan wisnus sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai 523,22 juta perjalanan atau meningkat 2,86% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) alias warga Indonesia yang ke luar negeri tercatat sebanyak 550.382 perjalanan. Angka tersebut turun 14,49% dibandingkan April 2026 dan turun 6,05% dibandingkan Mei 2025.
"Secara umum, menurunnya wisatawan nasional tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan harga tiket penerbangan akibat naiknya harga avtur dan juga dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara tujuan utamanya," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers, Selasa (1/7/2026).





