Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyatakan Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih yang dibangun di lokasi tidak ideal jumlahnya tidak sampai 10 titik. Hal ini menyusul ramainya sorotan di media sosial ihwal KopDes/Kel Merah Putih yang berada di area kuburan maupun jauh dari permukiman.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan, angka tersebut sangat kecil dibandingkan dengan puluhan ribu KopDes Merah Putih yang tengah dibangun di berbagai daerah.
“Kalau jumlahnya saya sudah hitung dari semua masukan masyarakat atau yang ada di sosial media, jumlahnya kurang dari 10 dari 30.000 [titik] yang sedang dibangun. Sekarang yang sudah selesai 100% [ada] 14.000 [KopDes/Kel Merah Putih]," kata Ferry dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta Selatan, Kamis (2/7/2026).
Dia menjelaskan dari sekitar 30.000 titik KopDes/Kel Merah Putih yang ditargetkan dibangun pada Agustus mendatang, hanya kurang dari 10 lokasi yang berada dalam kondisi tidak ideal. “10 yang dalam kondisi yang tidak ideal. Itu kan sedikit persentasenya dan tentu nanti kita akan lakukan proses verifikasi, validasi,” terangnya.
Berdasarkan Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) per Kamis (2/7/2026) pukul 16.13 WIB, menunjukkan terdapat 38.040 usulan lahan pembangunan gerai KopDes/Kel Merah Putih.
Secara terperinci, sebanyak 35.875 di antaranya telah terverifikasi, sedangkan 2.170 lainnya masih menunggu proses verifikasi. Dari lahan yang telah terverifikasi, sebanyak 20.704 gerai masih dalam tahap pembangunan, 14.659 gerai telah rampung 100%, dan 511 gerai belum memulai pembangunan.
Baca Juga
- Pembangunan Ribuan Kopdes di Jatim Dipercepat, 530 Unit Telah Beroperasi
- Koperasi Merah Putih Dikritik Jadi Beban APBN, Ini Kata Wamenkop
- Bakom: Koperasi Desa Merah Putih Akan Diperkuat dengan Inpres No 9 dan 17
Ferry menegaskan penentuan lokasi KopDes/Kel Merah Putih sebelumnya telah melalui musyawarah antara masyarakat desa dan pemerintah desa. Kendati demikian, pemerintah akan mengevaluasi lokasi-lokasi yang kurang tepat.
“Penentuan lokasi itu sudah dimusyawarahkan oleh masyarakat desa dan kepala desa, jadi kita akan pikirkan, kita akan carikan solusinya sekiranya memang itu dianggap kurang,” katanya.
Saat ditanya kemungkinan relokasi terhadap KopDes yang lokasinya dinilai bermasalah, Ferry mengatakan, pemerintah masih akan melakukan verifikasi dan validasi terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.
"Nanti kita pikirin, kita carikan solusinya, tetapi itu kan ada proses verifikasi, validasi melibatkan pemerintahan, lembaga yang lain juga untuk itu. Kita akan kembalikan bermusyawarah dengan masyarakat desa dan kepala desanya juga,” jelasnya.
KopDes Merah Putih Dibangun di Hutan-KuburanDiberitakan sebelumnya, sejumlah lokasi pembangunan KopDes/Kel Merah Putih menjadi sorotan publik setelah beredar laporan dan unggahan di media sosial yang menunjukkan bangunan koperasi berdiri di lokasi yang kurang strategis, mulai dari kawasan hutan hingga area pemakaman.
Temuan tersebut juga sempat menjadi perhatian DPR yang mengkhawatirkan keberlanjutan operasional koperasi apabila lokasi usaha tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto mewanti-wanti pembentukan 80.000 KopDes/Kel Merah Putih berpotensi berujung mangkrak hingga bangkrut seiring ditemukannya sejumlah lokasi yang belum layak dan belum siap beroperasi.
Darmadi menilai masih terdapat sejumlah persoalan dalam tata kelola dan kesiapan operasional KopDes/Kel Merah Putih. Dia menyoroti laporan yang menyebut beberapa koperasi belum beroperasi secara optimal, ditandai dengan aktivitas yang tidak konsisten karena hanya buka dalam waktu tertentu lalu kembali tutup.
Menurutnya, kondisi tersebut mengindikasikan sebagian KopDes/Kel Merah Putih belum dipersiapkan secara matang sebelum diresmikan. Selain itu, dia juga menyoroti lokasi sejumlah koperasi yang kurang tepat, seperti berada di dekat area pemakaman, berdiri saling berhadapan, hingga dibangun di tengah hutan.
“Banyak juga yang kemudian ada di dekat kuburan. Di mana itu dekat kuburan itu di Lamongan. Kemudian ada yang berhadapan-hadapan, banyak di berita. Ada yang di tengah hutan, di Wonogiri, di atas gunung, di Desa Ketitang, Kendal. Banyak yang berdampingan. Kan konsepnya berdampingan buat apa?” ujar Darmadi dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama Kementerian Koperasi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Menurut Darmadi, berbagai persoalan terkait lokasi dan kesiapan operasional tersebut menunjukkan bahwa masih ada KopDes Merah Putih yang belum siap menjalankan kegiatan usaha. Dia memperingatkan, apabila kondisi itu terus berlanjut tanpa evaluasi yang memadai, maka banyak koperasi berpotensi mengalami kesulitan usaha hingga berakhir mangkrak atau bangkrut.
“Kalau ini dijalankan terus, maka diperkirakan nanti ke depan lokasi saja enggak benar. Kalau ini benar banyak terjadi, kalau ini dijalankan, diperkirakan banyak KDMP yang akan mangkrak, Pak [Menteri Koperasi Ferry Juliantono]. Mangkrak. Bahkan, sudah jalan, bangkrut. Kalau sehari hanya dapat sekian rupiah, Rp1 juta atau Rp500.000, ya lama-lama bangkrut, Pak,” pungkasnya.





