Stok Minim dan Harga Beras Mahal, Di mana Cadangan 5 Juta Ton?

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

BANDUNG, KOMPAS- Harga beras medium kini melonjak mencapai Rp 15.000 per kilogram, sedangkan pasokan beras premium ke ritel menurun drastis hingga 50 persen. Para pedagang mempertanyakan klaim pemerintah bahwa ada cadangan beras nasional sebanyak 5 juta ton.

Kompas mendapati harga beras medium ataupun premium di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Jawa Barat, telah melampaui harga eceran tertinggi (HET), Kamis (2/7/2026). Beras medium seharga Rp 15.000 per kilogram (kg) dan beras premium Rp 16.000-Rp 20.000 per kg.

Harga ini tidak sesuai HET yang ditetapkan pemerintah pada tahun ini, yakni Rp 13.500 per kg dan beras premium Rp 14.900 per kg.

Rahmat Kurnia (62), salah satu pedagang beras di Pasar Kosambi, mengakui tak ada beras medium seharga Rp 14.000 sejak akhir Maret lalu. Kini ia menjual beras dengan harga termurah Rp 15.000 per kg.

Pasar Kosambi merupakan pasar tradisional besar di Kota Bandung. Harga barang kebutuhan pokok di pasar ini menjadi acuan pemerintah daerah dalam memantau inflasi yang dipengaruhi harga bahan pokok.

Ia pun mempertanyakan klaim Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman, yang menyatakan cadangan beras pemerintah (CBP) di Perum Bulog menembus 5 juta ton per 23 April 2026. Jumlah CBP itu disebut-sebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Baca JugaBeras Sumbang Inflasi Tahunan Sebesar 0,17 Persen

Menurutnya, klaim Kementerian Pertanian tersebut tidaklah logis dengan kondisi yang dialami para pedagang beras di pasar tradisional saat ini.

"Jika stok beras berlimpah, mengapa harga beras medium hingga Rp 15.000 per kg. Masyarakat tak bisa lagi mendapatkan beras murah dan layak dikonsumsi," tuturnya.

Ia meminta pemerintah jangan menutup mata dengan situasi ekonomi saat ini dan terus menyampaikan klaim yang tidak sesuai fakta. "Warga saat ini hanya ingin mengakses barang kebutuhan pokok yang terjangkau, " harapnya.

Stok berkurang

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Barat menyatakan stok beras premium yang diterima para anggotanya menurun 50-60 persen. Penurunan stok terjadi sejak bulan April tahun ini.

Diketahui terdapat sebanyak 21 perusahaan ritel yang merupakan anggota Aprindo Jawa Barat khusus barang kebutuhan pokok. Mereka yang terdampak penurunan pasokan beras premium.

Dari penelusuran Kompas di salah satu ritel di daerah Kota Bandung, mereka sudah berbulan-bulan tidak menjual beras premium kemasan 5 kilogram. Akan tetapi, beras yang dijualnya adalah beras fortifikasi.

Menurut Bapanas, beras fortifikasi adalah beras yang diperkaya dengan vitamin dan mineral penting seperti vitamin B1, asam folat, vitamin B12, zat besi, dan seng.

Program ini dijalankan Bapanas untuk meningkatkan gizi masyarakat dan menanggulangi stunting tanpa mengubah pola konsumsi sehari-hari.

"Saat ini kami hanya menjual beras fortifikasi karena beras premium kosong, " ungkap salah satu pegawai yang tak mau menyebutkan namanya di ritel tersebut.

Sementara Ketua Aprindo DPD Jawa Barat, Yudi Hartanto membenarkan penurunan pasokan beras premium dari distributor ke 21 perusahaan ritel di Jabar mencapai 50 hingga 60 persen. Kondisi tersebut terjadi setelah Lebaran tahun ini.

Yudi mengaku tidak mengetahui penyebab distribusi beras ke ritel menurun drastis. Padahal, permintaan dari Aprindo Jabar disesuaikan dengan permintaan masyarakat.

"Saat ini rata-rata ritel menjual beras fortifikasi. Harganya untuk kemasan 5 kilogram mencapai Rp 111.000," papar Yudi.

Baca JugaBertahun-tahun Warga di Jabar Tertipu Beli Beras Oplosan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Temuan Gudang Narkotika di Gresik Merupakan Sindikat Internasional
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
BNN Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Ganja Impor, Diduga untuk Liquid Vape
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
KRL Rute Rangkasbitung–Tanah Abang Alami Gangguan Usai Insiden Diduga Bunuh Diri
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Kemhan Pangkas Waktu Pelatihan 'Bela Negara' Calon Manajer Kopdes Jadi Dua Minggu
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Gedung Sate Dicat Ulang, Dedi Mulyadi Sebut Pakai Cat Standar Konservasi
• 19 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.