Penghargaan PBB untuk Siskeudes Perkuat Komitmen Integrasi Tata Kelola Keuangan Desa

viva.co.id
22 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) La Ode Ahmad P. Bolombo mengatakan, penghargaan Honourable Mention dalam ajang United Nations Public Service Awards (UNPSA) 2026 yang diraih Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) menjadi pengakuan internasional atas upaya pemerintah Indonesia dalam memperkuat tata kelola keuangan desa yang akuntabel dan transparan.

Hal itu disampaikan La Ode di Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Jakarta, Senin (29/6/2026). Menurutnya, Siskeudes merupakan hasil kolaborasi Kemendagri bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang dikembangkan sebagai implementasi Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Baca Juga :
Pendidikan Kepemimpinan Harus Melahirkan Pelayanan Publik Berkualitas
PBB Hadapi Krisis Keuangan, Dana Operasional Diprediksi Habis pada Agustus Meski Tunggu Kontribusi Negara Anggota

"Siskeudes merupakan alat bantu mewujudkan akuntabilitas dan transparansi pemerintah desa dalam mengelola keuangan desa," ujarnya.

Ia menjelaskan, sejak mulai diimplementasikan pada 2015, Siskeudes telah digunakan secara bertahap di hampir 75 ribu desa atau sekitar 95 persen dari total desa di Indonesia. Atas kontribusinya dalam mendukung transparansi, akuntabilitas, serta meningkatkan kepercayaan publik dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), sistem tersebut memperoleh penghargaan Honourable Mention pada UNPSA 2026 di Tbilisi, Georgia.

Sebagai bentuk apresiasi, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengundang delegasi Indonesia yang terdiri atas Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Kepala BPKP, dan Menteri PANRB untuk menerima penghargaan tersebut pada akhir Juni 2026.

La Ode menambahkan, keberhasilan Siskeudes juga memperoleh apresiasi dari Kementerian PANRB sebagai inovasi pelayanan publik yang memperkuat tata kelola pemerintahan di tingkat pusat, daerah, hingga desa.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi momentum bagi Kemendagri untuk memperkuat integrasi sistem informasi pengelolaan keuangan dan aset desa dengan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD RI). Integrasi tersebut diharapkan mampu menyelaraskan perencanaan pembangunan dan penganggaran antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pemerintah desa.

"SIPD RI tentunya akan menyinkronisasikan tidak [hanya] perencanaan pembangunan dan perencanaan anggaran antara pusat dan daerah, namun juga akan mensinergikan dengan perencanaan pembangunan dan pengelolaan keuangan di desa," kata La Ode.

Ia mengungkapkan, saat ini penerapan Siskeudes berbasis daring telah mencakup 319 kabupaten/kota. Selain itu, Kemendagri juga terus mendorong digitalisasi pengelolaan keuangan desa melalui implementasi transaksi nontunai berbasis daring yang terintegrasi dengan perbankan.

Baca Juga :
PBB Terancam Kehabisan Uang Tunai!
Minta 174 Pemda Segera Sempurnakan Data Calon Penerima BSPS, Sekjen Kemendagri Ingatkan Ini
Tekankan Penguatan Kelembagaan, Ketum TP PKK Lantik Ketua TP PKK dan Tim Pembina Posyandu Jawa Barat

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Komoditas: Minyak Mentah Naik Tipis, Timah Turun 1,3 Persen
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Di Rakernas APEKSI, Walkot Pekanbaru Merekomendasikan Keberlanjutan Program MBG
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Bank bjb Perkuat Literasi Keuangan dan Kewirausahaan bagi Calon Pensiunan Kementerian Agama
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Profil Rony Parulian, Musisi yang Masuk Nominasi Penyanyi Muda Happening di Grid Award 2026
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Zikir dan Haul Pendiri Jadi Penutup Milad ke-72 UMI, Rektor Ajak Teladani Semangat Wakaf Pendidikan
• 5 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.