HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-– Universitas Muslim Indonesia (UMI) menutup rangkaian Milad ke-72 dengan menggelar zikir dan doa bersama. Dirangkaikan dengan haul para pendiri kampus, Jumat, 3 Juli.
Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi bagi seluruh civitas akademika untuk mengenang jasa para pendiri sekaligus memperkuat semangat pengabdian dalam membangun pendidikan berbasis nilai-nilai Islam.
Rektor UMI, Prof Hambali Thalib, mengatakan, zikir dan doa bersama bukan sekadar agenda rutin bulanan yang selama ini dilaksanakan di lingkungan kampus.
“Pada peringatan Milad ke-72 ini, kegiatan tersebut memiliki makna lebih mendalam karena menjadi penutup rangkaian milad sekaligus haul para pendiri UMI,” ucapnya.
Menurutnya, momentum tersebut menjadi pengingat atas perjuangan para pendiri yang telah meletakkan fondasi UMI sebagai lembaga pendidikan yang bernafaskan keislaman.
Semangat, nilai, dan pengorbanan para pendiri diharapkan terus diwariskan kepada generasi penerus di lingkungan kampus.
Prof Hambali menegaskan bahwa UMI merupakan lembaga yang diwakafkan oleh para pendirinya untuk kepentingan umat. Karena itu, seluruh sivitas akademika memiliki tanggung jawab menjaga amanah tersebut dengan terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia menambahkan para pendiri telah menitipkan UMI sebagai wadah untuk melahirkan generasi penerus yang mampu melanjutkan pembangunan agama dan bangsa, khususnya bagi masyarakat Sulawesi Selatan.
Nilai-nilai itu, kata dia, harus terus menjadi pedoman dalam setiap langkah pengembangan universitas. Keberhasilan kampus tidak terlepas dari peran berbagai pihak yang terus menyebarluaskan informasi mengenai capaian dan aktivitas universitas.
Ia menilai UMI tidak dapat dipisahkan dari masyarakat karena sejak awal didirikan atas prakarsa tokoh agama, ulama, pemerintah, dan tokoh masyarakat.
“Sinergi tersebut dinilai menjadi kekuatan utama dalam menjaga eksistensi dan perkembangan UMI hingga memasuki usia ke-72 tahun,” ucapnya.
Selain zikir dan doa bersama, UMI juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi yang berhasil mengharumkan nama kampus melalui berbagai kompetisi.
Ini baik di bidang akademik, olahraga, seni, maupun bidang lainnya. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah diraih mahasiswa.
Pada momen yang sama, UMI turut memberikan penghormatan kepada dosen dan tenaga kependidikan yang memasuki masa purnabakti.
Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof Masurah Mokhtar mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian mereka selama bertugas membangun universitas.
Sementara itu, dalam tausiah yang disampaikan, Masrurah Mokhtar mengajak seluruh peserta menjadikan zikir sebagai sarana meningkatkan rasa syukur ketika memperoleh nikmat dan memperkuat kesabaran saat menghadapi ujian.
“Kita berharap zikir tidak hanya menjadi lantunan di lisan, tetapi juga menjadi momentum muhasabah, mempererat silaturahmi, serta memperkuat doa agar UMI terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang semakin maju dan berdaya saing di tingkat nasional,” ucapnya. (wis)





