Kabar mengenai putri bungsu Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu menarik perhatian banyak orang tua. Pasalnya, sang anak, Cut Shafiyyah Mecca Al-Fatih atau yang akrab disapa Dek Sya, baru didiagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD) saat berusia 2 tahun 8 bulan.
Ya, Moms, sebelumnya Shireen mengira Dek Sya hanya mengalami speech delay. Namun, seiring bertambahnya usia, mulai muncul beberapa perubahan perilaku yang membuatnya memutuskan untuk berkonsultasi lebih lanjut hingga akhirnya mendapatkan diagnosis autisme.
Perjalanan Shireen Menyadari Tanda Autisme pada AnakDi awal masa tumbuh kembang, Shireen mengungkapkan bahwa perkembangan Dek Sya terlihat normal. Meski mengalami keterlambatan bicara, putrinya masih mengoceh, memiliki beberapa kosakata, dan hasil skrining motoriknya juga baik.
Namun, ketika memasuki usia 2 tahun, Shireen mulai melihat perubahan yang cukup signifikan. Dek Sya lebih senang:
Bermain sendiri
Tampak tidak nyaman berada di tempat ramai
Sering asyik dengan dunianya sendiri
Kontak matanya semakin berkurang
Kosakata yang sebelumnya sudah dimiliki perlahan menghilang.
Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan dengan hasil yang berbeda, Dek Sya akhirnya didiagnosis mengalami Autism Spectrum Disorder (ASD) pada usia 2 tahun 8 bulan.
Apakah Speech Delay Selalu Berarti Autisme?Dokter Spesialis Anak Konsultan Neurologi Anak, dr. Herbowo Agung F. Soetomenggolo, Sp.A(K), menegaskan bahwa keterlambatan bicara tidak selalu berarti seorang anak mengalami autisme.
"Tidak semua speech delay adalah autisme. Bahkan, ada anak dengan autisme yang tidak terlambat bicara, tetapi kemampuan komunikasi dua arah dan interaksi sosialnya tidak berkembang sebagaimana mestinya," jelas dr. Herbowo pada kumparanMOM, Rabu (1/7).
Artinya, speech delay dan autisme merupakan dua kondisi yang berbeda. Ada anak yang hanya mengalami keterlambatan bicara tanpa gangguan perkembangan lain, tetapi ada pula anak dengan autisme yang justru memiliki kemampuan bicara sesuai usianya.
Tanda Autisme Tak Hanya Dilihat dari Kemampuan BicaraMenurut dr. Herbowo, orang tua sebaiknya tidak hanya memantau kemampuan berbicara anak, tetapi juga memperhatikan perkembangan komunikasi dan interaksi sosialnya sejak dini.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
Anak sulit merespons saat dipanggil pada usia 12–15 bulan
Jarang menunjuk untuk menunjukkan sesuatu yang menarik perhatian
Kemampuan komunikasi dua arah yang belum berkembang sesuai usia
Interaksi sosial yang tidak berkembang sebagaimana mestinya.
"Pada ASD ringan, tanda-tanda tersebut memang sering baru tampak lebih jelas saat anak berusia sekitar 2 tahun," katanya.
Karena itu, bila orang tua merasa ada perubahan pada kemampuan komunikasi maupun perilaku sosial anak, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar tumbuh kembang anak dapat dievaluasi lebih dini. Diagnosis yang tepat akan membantu anak memperoleh intervensi sesuai kebutuhannya sehingga perkembangan dapat dioptimalkan.





