jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dr. Ahmad Doli Kurnia merespons langkah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengirimkan tim investigasi ke Nusa Tenggara Timur atau NTT untuk mengungkap kasus kematian dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disapa dokter Icha.
"Saya kira bagus, Kemenkes ikut peduli dan menurunkan tim investigasi terhadap kasus kematian dr. Icha tersebut agar didapatkan informasi dan kronologi yang lengkap tentang kejadiannya," ujar Doli Kurnia dalam keterangannya pada Kamis (2/7/2026).
BACA JUGA: PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD yang Terseret Kasus Dokter Icha
Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menyatakan pihaknya sudah meminta DPD Partai Golkar NTT dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) untuk memanggil anggota DPRD TTU.
”Kami sendiri juga sudah meminta kepada DPD Partai Golkar NTT dan TTU untuk memanggil Anggota F-PG DPRD TTU yang diduga mengintimidasi untuk dimintai keterangan,” ujar Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI ini.
BACA JUGA: Misteri Kematian Dokter Icha: Ikatan Alumni FK Undana Desak Polisi Buka Hasil Penyelidikan ke Publik
“Saya juga ingin sekali mengetahui persis relasi kuat antara tindakan intimidasi dengan peristiwa kematian itu. Intinya kami ingin kasus ini diungkap secara terang benderang,” ujar Doli.
Menurut Doli, apabila dari semua keterangan dan investigasi itu memang ditemukan tindak pidana terhadap ketiga Anggota DPRD itu, sepenuhnya kasus ini akan diserahkan kepada pihak penegak hukum.
BACA JUGA: Dokter Icha
Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan Baktiar Najamudin menyampaikan belasungkawa serta duka cita mendalam atas wafatnya Dokter Eliza Principa Utami Pakaenoni atau Dokter Icha di Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT).
Seperti diketahui, Dokter Icha (27) yang bertugas di Rumah Sakit Leona, Kefamenanu ibu kota Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT, ditemukan meninggal dunia gantung diri di kediamannya.
Menurut informasi Dokter Icha diduga mengalami depresi berat akibat intimidasi oleh oknum anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) saat menjalankan tugas di IGD.
"Atas nama lembaga DPD RI kami menyampaikan belasungkawa serta duka cita mendalam atas wafatnya seorang Dokter Muda di salah satu daerah terdepan. Masyarakat di daerah Masih sangat membutuhkan kehadiran para Tenaga medis terutama dokter dengan dedikasi yang luar biasa seperti almarhumah," ujar Sultan kepada awak media di Gedung Senayan pada Senin (29/6).
Menurutnya, kinerja dan pengabdian para Tenaga medis di daerah harus mendapat perhatian khusus oleh pemerintah. Baik dari sisi kesejahteraan dan keamanan dalam menjalankan tugasnya.
"Kami sangat prihatin dengan peristiwa yang menimpa saudara kita Dokter Icha. Kita semua tentunya meminta Pemerintah daerah juga tentunya masyarakat secara umum agar menghormati dan mengapresiasi profesi para Dokter di daerah," tegasnya.
Mantan wakil Gubernur Bengkulu itu mengatakan pihaknya memahami bahwa beban kerja para Dokter di daerah biasanya sangat tinggi, akibat kurangnya jumlah Dokter. Di sisi lain permintaan terhadap pelayanan kesehatan masyarakat semakin meningkat Dari Waktu ke waktu.
"Oleh karena itu, kami mendorong agar pihak penegak hukum dan organisasi profesi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melakukan Investigasi adanya dugaan Intimidasi pihak tertentu yang menyebabkan Dokter Icha nekad mengakhiri hidupnya dengan gantung diri," ujar Sultan.(fri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari



