Masih Ingat Mbah Slamet? Kisah Keji Sang Dukun Pengganda Uang Banjarnegara yang Tega Kubur 12 Korbannya

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Janji menggandakan uang dalam waktu singkat telah lama menjadi salah satu modus penipuan yang memanfaatkan harapan dan kesulitan ekonomi korbannya. 

Di balik iming-iming kekayaan instan, tidak sedikit orang rela menyerahkan tabungan, aset, bahkan meminjam uang demi mengikuti ritual yang diyakini dapat melipatgandakan harta. 

Sayangnya, praktik semacam itu hampir selalu berakhir dengan penipuan, bahkan dalam beberapa kasus berubah menjadi tindak kejahatan yang jauh lebih mengerikan.

Salah satu kasus paling menyita perhatian publik terjadi di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Seorang pria bernama Tohari alias Slamet, yang dikenal masyarakat sebagai dukun pengganda uang atau Mbah Slamet, ternyata menjalankan aksi keji di balik ritual yang ia tawarkan kepada para korbannya.

Mereka yang datang dengan harapan memperoleh kekayaan justru kehilangan nyawa dan dikuburkan secara diam-diam di lahan milik pelaku.

Kasus yang terbongkar pada 2023 itu menjadi salah satu perkara pembunuhan berantai terbesar di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. 

Hingga proses penyelidikan berlangsung, polisi menemukan sedikitnya 12 jenazah yang diduga menjadi korban Mbah Slamet. 

Temuan tersebut sekaligus mengungkap bagaimana pelaku memanfaatkan kepercayaan korban untuk melancarkan aksi pembunuhan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Dukun pengganda uang Slamet Tohari saat dihadirkan di TKP, Selasa (4/4/2023)
Sumber :
  • Tim tvOne - Ronaldo Bramantyo

Korban Terus Bertambah, Polisi Temukan 12 Jenazah

Kapolres Banjarnegara saat itu, AKBP Hendri Yulianto, mengungkapkan jumlah korban pembunuhan yang dilakukan Tohari alias Mbah Slamet terus bertambah seiring proses penggalian di area perkebunan milik pelaku di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa.

"Dengan bertambahnya dua korban ini, maka total jasad korban pembunuhan dari dukun pengganda uang ini mencapai 12 orang. Jumlah tersebut terdiri dari satu korban ditemukan pada awal terbongkarnya kasus, sembilan korban pada Senin (3/4/2023), dan hari ini dua korban lagi ditemukan," kata Hendri dalam konferensi pers di lokasi penemuan jenazah, Selasa (4/4/2023).

Saat konferensi pers berlangsung, Tohari turut dihadirkan untuk membantu polisi mengingat lokasi penguburan para korban. Namun, pelaku mengaku kesulitan mengingat identitas maupun titik pemakaman sebagian besar korban.

Kapolres meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang beredar mengenai jumlah korban karena proses penyelidikan masih terus berlangsung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KKB Bakar Pesawat Berpenumpang saat Mendarat di Yahukimo, Pilot WN Amerika Tewas | SAPA MALAM
• 36 menit lalukompas.tv
thumb
Perpres Soal Potongan Komisi Ojol Masih Diproses, Stafsus Setneg: Saya Juga Belum Pegang
• 36 menit lalukompas.com
thumb
Pelindo: Konsolidasi Logistik BUMN untuk Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Minta Penangguhan Penahanan karena Stroke
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Lulusan Peternakan Jadi Apa? Ini 15 Prospek Kerja, Gajinya Tembus Miliaran Rupiah!
• 22 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.