Penataan Pasar Tumpah Makassar: Pendekatan Persuasif Buka Jalan

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar melalui Kecamatan Manggala berhasil melakukan penataan kawasan pasar tumpah jongkok di Jalan AMD, Kelurahan Manggala, dengan pendekatan persuasif yang mengutamakan dialog dan komunikasi intensif, sehingga proses berjalan aman tanpa gesekan dengan para pedagang pada Kamis (2/7/2026).

Camat Manggala, Ahmad, menegaskan bahwa penertiban tidak dilakukan secara tiba-tiba, melainkan melalui tahapan sosialisasi dan komunikasi intensif bersama lurah, RT/RW, serta para pedagang. Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah mengirimkan tiga kali surat teguran sebelum akhirnya dilakukan pembongkaran lapak-lapak yang mengganggu ketertiban.

“Ada sekitar 30 lapak direlokasi, sejak awal kami mengedepankan sosialisasi dan pendekatan persuasif. Tiga kali surat teguran sudah kami layangkan, lurah bersama RT dan RW juga terus turun memberikan pemahaman kepada para pedagang,” katanya saat ditemui di Kecamatan Manggala.

Lebih lanjut, Ahmad menjelaskan bahwa kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu titik kemacetan terparah di Kecamatan Manggala, terutama pada akhir pekan. Aktivitas jual beli yang berlangsung di atas badan jalan menyebabkan kendaraan berhenti di tengah jalan sehingga mengganggu pengguna jalan lainnya.

“Kalau dilihat, drainase ditutup sehingga air tidak mengalir dengan baik. Saat hujan dipinggir jalan dan kawasan ini selalu tergenang. Karena itu penataan ini dilakukan demi kepentingan masyarakat yang lebih luas,” jelasnya.

Kini, wajah Jalan AMD tampak jauh lebih tertib, badan jalan kembali terbuka sehingga arus lalu lintas menjadi lebih lancar, sementara saluran drainase dapat difungsikan kembali untuk mengurangi potensi genangan saat musim hujan.

Ahmad menegaskan bahwa penataan tidak berhenti di Jalan AMD. Pemerintah Kecamatan Manggala akan terus melakukan pengawasan agar lapak tidak kembali berdiri di atas drainase maupun badan jalan.

“Kami akan terus turun melakukan pengawasan. Pengalaman selama ini, dua atau tiga hari setelah ditertibkan biasanya pedagang kembali lagi. Karena itu pembongkaran dilakukan secara total agar kawasan tetap tertib,” pungkasnya.

Sejak menjabat sebagai Camat Manggala, Ahmad mengungkapkan bahwa penataan serupa telah dilakukan di sejumlah titik seperti Jalan Tamangapa Raya, Jalan Baruga, Kelurahan Biring Romang, Kelurahan Antang, dan Kelurahan Borong. Secara keseluruhan, ratusan lapak liar telah berhasil ditata melalui pendekatan persuasif tanpa menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

Ke depan, penataan akan dilanjutkan di kawasan Pasar Borong yang selama ini juga menjadi titik kemacetan akibat aktivitas pasar tumpah dan lapak yang menggunakan bahu jalan.

Ahmad menegaskan keberhasilan penataan tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah kecamatan, kelurahan, RT/RW, Satpol PP, Dinas Pekerjaan Umum, Perumda Pasar Makassar Raya, hingga dukungan penuh Pemerintah Kota Makassar.

“Tujuan kami bukan melarang masyarakat mencari nafkah, tetapi mengatur agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu ketertiban, keselamatan pengguna jalan, maupun fungsi drainase,” bebernya. (*/)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MPM Honda Jatim Targetkan Penjualan Vario Evo 160 Naik 15%
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Hujan Buatan untuk Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin Terkendala Awan
• 57 menit lalukompas.com
thumb
Kapal Pertamina Pride Masih Tunggu Izin Lintasi Selat Hormuz
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Serikat Buruh Minta Dilibatkan dalam Merger BUMN Demi Pastikan Tak Ada PHK
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Wabup Gowa Dampingi Langsung Kontingen Porsenijar PGRI Sulsel, Optimistis Raih Juara Umum
• 6 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.