Chat Terakhir Siswa SMP Korban Bullying di Lumajang, Ngaku ke Kakak Dihajar dengan Brutal Gegara Hal Sepele

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kasus bullying kembali terjadi dan menimpa seorang siswa SMP di Lumajang. Chat terakhir siswa itu pun terbongkar di media sosial saat curhat ke sang kakak.

Korban sendiri diketahui berinisial IL (16) yang menimba ilmu di salah satu SMP Swasta di Kecamatan Sukodono, Kabupateng Lumajang. Dan dinyatakan meninggal dunia di RSUD Haryoto pada Rabu (24/6/2026), akibat luka pendarahan otak yang parah di kepala bagian belakang.

Kasus bullying itu sendiri terbongkar usai pihak keluarga melaporkan kematian IL ke polisi. Kejadian nahas itu sendiri terjadi ruang kelas.

Yakni tepatnya pada 18 Mei 2026 sekitar pukul 10.00 WIB.

Pihak kepolisian baru menerima laporan resmi dari keluarga korban satu bulan kemudian, tepatnya pada Rabu (24/6/2026), hanya beberapa jam sebelum remaja asal Desa Jatisari, Kecamatan Kedungjajang itu mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Haryoto.

"Sementara penganiayaan tersebut terjadi pada 18 Mei 2026 pukul 10.00 di ruang kelas di SMP ****, Sukodono," ujar Kasubsi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto dikutip Grid.ID dari Suryamalang.com, Kamis (2/7/2026).

Motif pembullyan (perudungan) terjadi rupanya dipicu karena hal sepele. Yakni karena ada sampah di ruang kelas. Hal itu juga dikonfirmasi oleh Ahmad Dani selaku kakak kandung korban.

Menurut Dani, penganiayaan tersebut terjadi ketika adik laki-lakinya sedang sendirian di dalam kelas usai mengerjakan soal ujian nasional.

"Pas lagi jam istirahat adik saya di dalam kelas sendirian. Kemudian di bawah meja adik saya ada sampah pastik," ujar Ahmad.

Melihat hal itu, dua orang pelaku perundungan yang berinsial D dan ARF yang bertugas menjadi tim piket kebersihan kelas langsung marah. Kedua pelaku lantas meminta korban membersihkan namun ditolak korban.

Pasalnya, korban mengaku plastik tersebut bukan miliknya. Namun secara membabi buta korban malah dipukuli di ruang kelas.

 

Penganiayaan brutal tersebut baru disadari oleh Dani setelah adiknya mengirimkan pesan singkat via WhatsApp yang menyatakan bahwa dirinya terluka parah dan merasa hampir mati.

"Kedua pelaku mengira itu sampah adik saya, akhirnya adik saya dipukuli di kelas. Setelah itu kirim whatsapp ke saya katanya hampir mati," ungkap Ahmad Dani.

Setelah chat terakhir siswa yang jadi korban perundungan, Ipda Suprapto menjelaskan pelaku menyuruh korban duduk di atas kursi yang posisinya berada dekat dengan dinding ruang kelas.

Terlapor D (16) yang saat itu berdiri langsung mengambil posisi tepat di depan korban dan seketika melayangkan pukulan bertubi-tubi menggunakan tangan kanannya.

"Terlapor memukuli korban menggunakan tangan kanannya dengan kondisi mengepal, sebanyak tiga kali. Pukulan pertama mengarahkan ke bagian dada korban," ucap Ipda Suprapto dikutip dari TribunJatim.com.

Hantaman juga makin brutal menyerang bagian kepala belakang korban hingga membentur tembok dengan keras.

"Atas peristiwa tersebut korban mengalami luka berdarah pada bagian bibir dan pusing kepala," imbuh Suprapto.

Keesokan harinya setelah insiden pemukulan, yakni pada Selasa (19/5/2026), perkara ini sebenarnya sempat dimediasi oleh pihak internal sekolah.

Agenda mediasi tersebut dipimpin langsung oleh kepala sekolah, wali kelas, serta dihadiri oleh masing-masing perwakilan keluarga dari pihak korban maupun terlapor.

"Setelah itu kepala sekolah yang setiap hari melihat korban, menemukan adanya perubahan pada diri korban yaitu kondisi fisiknya lebih lemas dibandingkan sebelum adanya peristiwa tersebut," beber Suprapto.

Hingga singkat cerita, kesehatan korban terus merosot tajam hingga pada Senin (23/6/2026), keadaannya dilaporkan memburuk secara drastis.

 

Melihat situasi darurat tersebut, pihak keluarga langsung melarikan korban ke RSUD Haryoto Lumajang guna mendapatkan perawatan medis secara intensif.

"Karena tidak pernah cerita ke orang tua, dan saya juga. Baru diketahui adanya pendarahan di kepala belakang setelah dibawa ke rumah sakit, dan korban meninggal dunia pada 24 Juni 2026," kata Dani.

Nahas, setelah hanya sehari berjuang menjalani perawatan medis di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, Polisi baru mengamankan satu orang tersangka berinisial D atas kejadian tersebut.

Penyidik juga masih terus melakukan penyelidikan mendalam mengenai adanya dugaan jumlah pelaku yang lebih dari satu orang.

"Atas kejadian tersebut petugas dari Unit PPA Satreskrim Polres Lumajang melaksanakan penyelidikan dan penyidikan terhadap peristiwa tersebut. Terduga pelaku juga sudah diamankan," papar Ipda Suprapto. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Yunani Dilanda Kebakaran Hutan Akibat Cuaca Ekstrem
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
KPR BRI Bunga 1,75 Persen Resmi Dibuka, Cicilan Rumah Jadi Lebih Ringan
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Terungkap Open BO Pria di Balik Pembunuhan Pria di Bekasi
• 23 jam laludetik.com
thumb
Pramono Pastikan Pembangunan Flyover Latumenten Rampung Desember 2026
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harry Kane: siapa pun bisa jadi pahlawan, hari ini giliran saya
• 20 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.