JAKARTA, DISWAY.ID-- Ketua DPR RI Puan Maharani buka suara soal polemik penunjukan sejumlah komisaris di BUMN yang dinilai tak berkompeten.
Ia meminta agar pengisian jabatan komisaris di badan usaha milik negara (BUMN) dilakukan dengan mengedepankan profesionalisme dan kompetensi.
BACA JUGA:Peserta JKN Tembus 282,7 Juta Jiwa, Tiap Hari Hampir 2 Juta Orang Berobat Pakai BPJS Kesehatan
"Kami DPR mendorong untuk bisa nantinya ditetapkan orang-orang yang profesional dan kompeten ke depannya," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026.
Sebagai informasi, sejumlah penunjukan komisaris BUMN menjadi sorotan publik. Diantaranya adalah Ginka Febriyanti Ginting dan Mufli Budi Ananda.
Ginka ditunjuk sebagai Komisaris PT Pertamina Retail (Pertare), anak usaha PT Pertamina (Persero).
Penunjukan Ginka menjadi perbincangan karena usianya yang masih 28 tahun pada 2026.
Selain itu, rekam jejaknya kembali diperdebatkan setelah mencuat tudingan lama yang menyebut dirinya pernah menjadi koordinator aksi demonstrasi berbayar.
BACA JUGA:AQUA Disebut Masih Kuasai Pasar AMDK di 10 Kota Besar, Apa Indikatornya?
Sementara itu, Mufli Budi Ananda belakangan menjadi perbincangan hangat di jagat media sosial. Dirinya disebut-sebut masuk dalam jajaran komisaris PT Krakatau Posco.
Mufli kabarnya menjabat sebagai Komisaris, mendampingi Komisaris Utama Brigjen TNI Bambang Sudono Sastroprawiro. Sementara posisi Presiden Direktur masih dipegang oleh Kim Young-Joong.
Mufli Budi Ananda merupakan seorang asisten pribadi artis kondang Tanah Air Raffi Ahmad yang juga Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.
Dari sisi pendidikan, Mufli Budi Ananda tercatat sebagai lulusan Diploma III Politeknik Bunda Kandung jurusan Teknik Listrik.
BACA JUGA:Kementerian Haji Usulkan Skema BPIH 60 Persen dan Bipih 40 Persen untuk Haji 2027 ke DPR
Setelah itu, dia juga tercatat belajar pada Program Studi Teknik Industri di Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) pada tahun 2014.
- 1
- 2
- »





