Harga Minyak Turun Lagi, Simak Faktor yang Menekan WTI ke Level USD68/Barel

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Houston: Harga minyak dunia melemah pada Kamis, 2 Juli 2026, seiring para pelaku pasar terus mencermati meredanya risiko gangguan pasokan minyak mentah dari Timur Tengah. Prospek pasokan yang semakin membaik menjadi faktor utama yang menekan harga, meski ketidakpastian geopolitik masih membayangi.

Dikutip dari Investing.com, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 0,85 persen menjadi USD68,00 per barel. Sementara itu, kontrak berjangka minyak Brent belum mulai diperdagangkan.

Meredanya kekhawatiran terhadap pasokan dipicu oleh perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Sejumlah pejabat senior AS menyatakan pembicaraan menunjukkan kemajuan, meski masih berada pada tahap awal. Kondisi tersebut mengurangi kekhawatiran akan eskalasi konflik yang dapat mengganggu ekspor minyak dari kawasan Teluk.

Di sisi lain, pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz meningkat hingga di atas 10 juta barel per hari. Hal itu mencerminkan meningkatnya keyakinan pasar bahwa arus pasokan minyak tetap berjalan meski risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang.

Baca Juga :

Pangkas Harga Bensin dan Solar Nonsubsidi, Segini Harga Lengkap Harga BBM di Malaysia


(Ilustrasi. Foto: Unplash) Pasokan global diperkirakan tetap melimpah Pulihnya arus pengiriman melalui Selat Hormuz dalam beberapa pekan terakhir, ditambah jalur alternatif yang membantu memulihkan ekspor dari sejumlah produsen utama di kawasan, turut meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan berkepanjangan.

Selain itu, data terbaru Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) menunjukkan produksi minyak mentah AS pada April mencapai rekor 13,93 juta barel per hari. Angka tersebut memperkuat ekspektasi bahwa pasokan minyak global akan tetap melimpah.

Analis ANZ menilai prospek tercapainya kesepakatan jangka panjang antara Washington dan Teheran telah membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak. Meski demikian, ketidakpastian mengenai keamanan dan kelancaran pelayaran di Selat Hormuz masih menjadi faktor yang menopang harga minyak.

Analis ANZ menilai prospek tercapainya kesepakatan jangka panjang antara Washington dan Teheran telah membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak. Meski demikian, ketidakpastian mengenai keamanan dan kelancaran pelayaran di Selat Hormuz masih menjadi faktor yang menopang harga minyak.

Para pelaku pasar kini menantikan perkembangan lanjutan pembicaraan AS-Iran, kondisi pengiriman minyak dari kawasan Teluk, serta data terbaru mengenai persediaan dan permintaan minyak di Amerika Serikat sebagai petunjuk arah pergerakan harga minyak selanjutnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Latsarmil Dihapus tapi Calon Manajer Kopdes Masih Pakai Seragam Militer, Ini Kata Wamenhan
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Harry Kane: siapa pun bisa jadi pahlawan, hari ini giliran saya
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Ibu Dokter Icha Ceritakan Putrinya Menangis Histeris Saat Diduga Diintimidasi Oknum DPRD
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Aturan Kemasan Rokok Jadi Sorotan Hingga Bisa Berdampak PHK, Kok Bisa?
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Serangan Rudal-Drone Rusia Hantam Ibu Kota Ukraina, 13 Orang Tewas
• 1 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.