Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengakui pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 cukup sulit dan menantang. Hal ini ditandai dengan pendapatan negara yang jauh dari target ditetapkan oleh pemerintah.
Realisasi pendapatan negara sepanjang periode tahun lalu mencapaiRp2.765,13 triliun. Angka ini lebih rendah dari target yang dipatok dalam APBN 2025 (Perpres No. 201/2024) sebesar Rp3.005,12 triliun.
Pendapatan negara tersebut terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp2.218,17 triliun atau hanya 89,05% dari target. Meski begitu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) berhasil melampaui target dengan realisasi Rp541,53 triliun (105,43% dari target, dan penerimaan hibah sebesar Rp5,43 triliun.
"Upaya optimalisasi pendapatan negara pada tahun 2025 sangat menantang. Tidak hanya dipengaruhi oleh gejolak ekonomi global, namun juga penyesuaian PPN pada barang mewah dan percepatan resolusi pajak guna menjaga likuiditas dunia usaha serta pengalihan pengelolaan dividen ke Danantara," ungkap dia dalam rapat paripurna di DPR, Kamis (2/7/2026).
Dari sisi belanja, realisasi mencapai Rp3.435,46 triliun yang terdiri dari realisasi belanja pemerintah pusat sebesar Rp2.586,42 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp449,04 triliun. Realisasi belanja ini justru membengkak lebih tinggi dari rencana awal dalam Instruksi Presiden No 1/2025.
Inpes tersebut, kata Purbaya, mendorong efisiensi belanja sebesar Rp306,7 triliun sekaligus membuka ruang relaksasi melalui program anggaran belanja tambahan (ABT) sebesar Rp206,4 triliun untuk mendukung implementasi program prioritas.
"Dalam penyerapannya, prinsip value for money menjadi pijakan utama agar setiap rupiah belanja memberi manfaat nyata bagi masyarakat," ungkap dia.
Dengan realisasi belanja dan pendapatan tersebut, defisit APBN 2025 terkendali dalam batas aman sebesar 2,81% terhadap PDB atau Rp670,34 triliun.
Baca Juga: Di Rapat Paripurna, Purbaya Soroti Belanja Pemerintah yang Bengkak di 2025
Baca Juga: Purbaya Bongkar Sisa Saldo Anggaran RI Akhir 2025, Ternyata Segini..
Untuk membiayaan defisit tersebut, pemerintah menempuh strategi pembiayaan yang prudent dan terkendali dengan memanfaatkan kondisi pasar yang membaik sepanjang tahun 2025, realisasi pembiayaan netto mencapai Rp742,73 triliun atau 20,54% lebih tinggi dari target APBN 2025.
"Di samping itu, untuk memperkuat dampak kebijakan fiskal bagi masyarakat, pemerintah memberikan paket stimulus ekonomi secara bertahap dan di setiap kuartal sepanjang tahun 2025," kata dia.





