HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Program Studi Agribisnis Peternakan Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin (UNHAS) menggelar pengabdian masyarakat dengan tema “Optimalisasi Usaha Ayam Petelur melalui Manajemen Pemeliharaan yang Baik dan Pengembangan Produk Olahan Bernilai Ekonomi” di Rumah Tahfidz Husnuddin Wal Amin pada Minggu, 28 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola usaha ayam petelur secara profesional dan berkelanjutan sekaligus mengolah limbah peternakan menjadi produk bernilai ekonomi.
Rumah Tahfidz Husnuddin Wal Amin tengah mengembangkan unit usaha ayam petelur sebagai sumber pendanaan untuk kegiatan pendidikan dan pembinaan santri. Namun, agar usaha ini dapat memberikan hasil optimal, diperlukan peningkatan pengetahuan tentang teknik pemeliharaan yang tepat dan pemanfaatan hasil samping peternakan.
Tim pengabdian dari UNHAS yang terdiri dari dosen dan mahasiswa menghadirkan dua materi utama. Aprisal Nur, S.Pt., M.Si., menyampaikan pentingnya manajemen pemeliharaan yang baik dalam meningkatkan produktivitas ayam petelur. Ia menegaskan bahwa pengelolaan pakan, sanitasi kandang, biosekuriti, dan pengendalian kesehatan ternak menjadi faktor utama keberhasilan usaha.
“Manajemen pemeliharaan yang baik bukan hanya meningkatkan produksi telur, tetapi juga mampu menekan angka kematian ternak, mengurangi pemborosan pakan, dan meningkatkan efisiensi usaha. Pengetahuan ini menjadi bekal penting bagi masyarakat agar usaha ayam petelur dapat berkembang secara berkelanjutan,” jelas Aprisal.
Selain itu, Agung Gumelar, S.Pt., M.Si., memberikan pelatihan pembuatan pupuk kompos dari feses ayam petelur. Ia menjelaskan bahwa limbah peternakan selama ini sering dianggap sebagai sumber pencemaran, padahal jika dikelola dengan teknologi sederhana dapat menjadi pupuk organik berkualitas yang bernilai ekonomi.
“Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat bahwa limbah peternakan bukanlah beban, melainkan aset ekonomi. Dengan mengolah feses ayam menjadi pupuk kompos, masyarakat memperoleh dua manfaat sekaligus, yaitu lingkungan yang lebih bersih dan tambahan sumber pendapatan,” beber Agung.
Kegiatan ini berlangsung interaktif dengan diskusi dan praktik langsung, diikuti oleh 30 peserta yang antusias mengajukan berbagai pertanyaan mulai dari formulasi pakan hingga peluang pemasaran pupuk organik.
Melalui pengabdian ini, Rumah Tahfidz Husnuddin Wal Amin memperoleh bekal pengetahuan untuk mengelola usaha ayam petelur secara lebih profesional dan berkelanjutan. Penerapan manajemen pemeliharaan yang baik diharapkan meningkatkan produktivitas telur sehingga usaha dapat menjadi sumber pendapatan yang mendukung operasional pondok dan pendidikan santri.
Selain itu, pengolahan limbah menjadi pupuk organik memberikan nilai tambah signifikan dengan mengurangi pencemaran dan menyediakan produk bernilai jual untuk pertanian dan penghijauan di lingkungan pondok. Pendekatan ini menciptakan sistem usaha yang efisien karena hampir seluruh hasil peternakan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Bagi mahasiswa yang terlibat, kegiatan ini menjadi pengalaman nyata dalam menerapkan ilmu sekaligus membangun kolaborasi dengan masyarakat. Kehadiran mereka memperkuat transfer teknologi dan memberikan pengalaman lapangan yang relevan dengan dunia kerja.
Program Studi Agribisnis Peternakan Fakultas Vokasi UNHAS menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Peningkatan produktivitas ayam petelur yang dipadukan dengan pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi diharapkan menciptakan unit usaha yang produktif, mandiri, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Keberadaan usaha peternakan di Rumah Tahfidz Husnuddin Wal Amin diharapkan menjadi penopang kemandirian ekonomi lembaga sekaligus media pembelajaran kewirausahaan bagi para santri.
Kegiatan pengabdian ini juga menjadi momentum peringatan 5 tahun berdirinya Program Studi Agribisnis Peternakan Fakultas Vokasi UNHAS. Acara syukuran diisi dengan pemotongan tumpeng dan makan bersama dosen, mahasiswa, pengelola pondok, serta para santri, mempererat silaturahmi dan menegaskan semangat kolaborasi antara akademisi dan masyarakat.
Terangnya, melalui pendidikan vokasi, penelitian terapan, dan pengabdian masyarakat, kami berkomitmen untuk terus tumbuh, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*/)





