Pemadaman Api di TPA Jatiwaringin Terhambat Angin Kencang dan Asap Pekat

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Upaya penjinakan kebakaran yang melahap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, terus diintensifkan. Namun, proses pemadaman yang kini berstatus tanggap darurat tersebut dihadapkan pada sejumlah tantangan berat di lapangan.

Melaporkan langsung dari lokasi kejadian pada Kamis, 2 Juli 2026 sore, jurnalis Metro TV, Heinrich Terra, menyebutkan bahwa api masih berkobar di sejumlah titik. Luasnya area yang terbakar, yakni mencapai sekitar 15 hektare, menjadi rintangan pertama bagi petugas gabungan.

Angin Kencang dan Bara Api yang Beterbangan

Tantangan terbesar yang dihadapi oleh petugas pemadam kebakaran saat ini adalah faktor cuaca, utamanya hembusan angin yang sangat kencang di area TPA. Angin tersebut membuat material sampah yang sudah terbakar beterbangan menjadi bara api, yang kemudian memicu titik-titik kebakaran baru di lokasi lain.

Selain angin, banyaknya material sampah yang didominasi oleh bahan mudah terbakar membuat api sulit dipadamkan secara total. Kepulan asap tebal yang membumbung tinggi juga menutupi pandangan, membuat jarak pandang para petugas di lapangan sangat terbatas.
 

Baca Juga :

KLH: Kebakaran TPA Jatiwaringin Memicu Polusi Udara Berbahaya

Operasi Udara dan Darat Dikerahkan

Guna mengatasi medan yang sulit dan luas tersebut, operasi pemadaman dilakukan melalui dua jalur sekaligus: darat dan udara.

Dari jalur darat, lebih dari 15 unit armada mobil pemadam kebakaran beserta sejumlah alat berat telah disiagakan untuk mengurai gunungan sampah. Sementara dari jalur udara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengerahkan tiga unit helikopter water bombing untuk mengguyur titik-titik api utama yang sulit dijangkau oleh pasukan darat.

Ratusan Warga Terdampak ISPA

Dampak dari asap pekat yang tak kunjung mereda ini mulai dirasakan secara masif oleh warga sekitar. Tercatat, sudah ada 154 warga yang mengeluhkan gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Sebagian besar korban merupakan kelompok rentan, seperti ibu hamil dan anak-anak.

Merespons krisis kesehatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menerapkan sistem jemput bola ke sejumlah wilayah terdampak, seperti Tanjakan Mekar, Desa Gintung, dan Desa Rajeg Mulya, guna mempercepat penanganan medis.

Pihak kepolisian juga telah memblokade area sekitar TPA dan melarang warga untuk mendekat. Selain agar tidak menghambat operasional kendaraan pemadam, sterilisasi ini dilakukan untuk mencegah bertambahnya korban paparan asap beracun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Duduk Perkara Kasus BBM yang Seret Samin Tan jadi Tersangka
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Bupati Kuansing Kader Gerindra Tersangka, Jubir: Prabowo Berkali-kali Katakan Jangan Korupsi
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Pemprov DKI Siap Bangun Flyover Baru di Pejompongan hingga Bintaro
• 21 jam laludetik.com
thumb
Tim Medis Disiagakan Antisipasi Dampak Kebakaran TPA Jatiwaringin, Pemkab Tetapkan Status Darurat
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Eks Ketua Ombudsman Bantah Intimidasi Anak Buah soal Laporan Pemeriksaan
• 17 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.