TANGERANG, KOMPAS.TV - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan pihaknya telah menyiagakan tim medis untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat kepulan asap dari kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten.
Abdul Muhari mengatakan tim medis bersiaga penuh selama 24 jam di sekitar lokasi kejadian. Sebab, asap pekat dari kebakaran material sampah dilaporkan mengganggu permukiman warga.
"BPBD juga telah melaksanakan kaji cepat, berkoordinasi dengan pemerintah setempat, menyalurkan bantuan berupa 46 kasur kepada warga terdampak, serta menyiagakan tim kesehatan selama 24 jam," kata Abdul Muhari di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga: Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang Masuk Hari Ketiga, BNPB Kerahkan Helikopter Pengebom Air
Abdul Muhari menerangkan, warga dari kelompok renta seperti balita, lansia, dan penyintas penyakit menjadi prioritas penjagaan agar kesehatan terjaga dari dampak asap kebakaran.
Kebakaran TPA Jatiwaringin dilaporkan membuat setidaknya 50 warga mengungsi akibat asap pekat. Pengungsian dipusatkan di Balai Desa Tanjakan Mekar.
Abdul Muhari mengatakan penanganan dampak sosial bencana telah diperkuat keputusan Pemkab Tangerang yang menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran TPA Jatiwaringin.
Status kegawatdaruratan ini berlaku mulai 1 Juli hingga 14 Juli 2026 mendatang berdasarkan Keputusan Bupati Tangerang Nomor 609 Tahun 2026.
Lebih lanjut, Abdul Muhari mengatakan proses pemadaman api terkendala titik api yang terletak di puncak tumpukan sampah. Tumpukan material kering disebut membuat api terus menyala di dalam tumpukan sampah.
Melihat situasi tersebut, BNPB menlai TPA Jatiwaringin masih memerlukan kombinasi operasi pemadaman dari darat dan udara secara bersamaan.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- kebakaran tpa jatiwaringin
- kebakaran jatiwaringin
- dampak kesehatan kebakaran tpa
- bnpb
- kebakaran tempat pembuangan sampah





