PELNI mengangkut komoditas batu bara sebagai pasokan energi primer bagi operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
IDXChannel - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI memperkuat keterlibatannya dalam menyokong ketahanan energi nasional. Upaya tersebut direalisasikan melalui perluasan jasa logistik muatan komersial, termasuk pengapalan komoditas batu bara sebagai pasokan energi utama bagi operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Direktur Utama PELNI, Budi Setyawan Wijaya mengatakan, optimalisasi divisi logistik maritim ini menjadi instrumen penting dari strategi transformasi bisnis korporasi guna memperkokoh rantai distribusi aneka komoditas strategis di tanah air.
"Selain melayani transportasi penumpang, PELNI terus mengembangkan layanan logistik sebagai salah satu pilar bisnis perusahaan. Melalui layanan usaha barang komersial, kami berkomitmen menghadirkan distribusi logistik yang aman, tepat waktu, dan andal guna mendukung kebutuhan berbagai sektor strategis nasional, termasuk pasokan energi bagi pembangkit listrik," ujar Budi dalam keterangan resmi, dikutip, Kamis (2/7/2026).
Sepanjang semester pertama tahun 2026, BUMN perkapalan ini mencatat realisasi pengangkutan batu bara sebesar 335.415 metrik ton (MT) untuk memasok sejumlah PLTU di wilayah Jawa, Sumatera, hingga Papua. Kegiatan distribusi intensif ini dilakukan demi menjamin ketersediaan bahan bakar utama untuk sektor ketenagalistrikan nasional secara berkesinambungan.
Jasa pengapalan batu bara kini diposisikan sebagai salah satu pilar prioritas dalam portofolio bisnis pengangkutan barang komersial yang dikelola oleh PELNI.
Faktor ketepatan waktu serta keandalan rantai pasok dinilai krusial agar aktivitas operasional pembangkit tidak terganggu, sehingga pasokan listrik untuk kebutuhan publik dan sektor industri dapat terus terjaga tanpa hambatan.
Selama paruh pertama tahun 2026, PELNI juga konsisten mempertahankan keandalan layanannya melalui pencapaian tingkat ketepatan waktu pengiriman (on-time delivery) yang stabil. Kinerja operasional ini ditopang oleh kepatuhan ketat terhadap budaya keselamatan kerja (safety first) serta nihil kecelakaan (zero accident) di setiap lini kegiatan lapangan.
Capaian operasional yang positif tersebut mendorong pertumbuhan volume pengapalan batu bara perusahaan hingga melonjak sebesar 505,11 persen jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Budi menilai, lonjakan kinerja ini merefleksikan tingginya tingkat kepercayaan mitra usaha terhadap kapabilitas logistik maritim PELNI. Selain itu, realisasi ini kian memperkuat kedudukan perseroan sebagai rekanan strategis pemerintah dalam menyokong distribusi komoditas vital berskala nasional.
"Pertumbuhan volume pengangkutan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan logistik maritim. Ke depan, PELNI akan terus memperkuat kapabilitas operasional, menjaga keandalan layanan, serta memperluas kontribusi dalam mendukung kelancaran distribusi berbagai komoditas strategis yang menjadi penggerak perekonomian nasional," tuturnya.
(Rahmat Fiansyah)





