Udara Jakarta Tak Sehat Pagi Ini, Kini Terburuk Kedua di Dunia

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kualitas udara di Jakarta kembali berada pada level tidak sehat pada Jumat (3/7/2026) pagi.

Kondisi tersebut membuat ibu kota menempati peringkat kedua sebagai kota besar dengan tingkat polusi udara terburuk di dunia.

Berdasarkan pemantauan di situs IQAir pada Jumat sekitar pukul 06.00 WIB, Air Quality Index (AQI) Jakarta tercatat sebesar 157.

Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat (unhealthy) dan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan bagi masyarakat, terutama apabila terpapar dalam waktu yang cukup lama.

Baca juga: Pakai Masker ke Luar Ruangan, Udara Jakarta Terburuk di Dunia Pagi Ini

Data IQAir menunjukkan polutan yang paling dominan di Jakarta adalah partikel halus PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 64 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Selain itu, kondisi cuaca di Jakarta saat pemantauan tercatat bersuhu 27 derajat celsius, dengan kecepatan angin sekitar 6 kilometer per jam dan tingkat kelembapan mencapai 84 persen.

Pada tingkat kualitas udara tersebut, masyarakat berpotensi mengalami gangguan kesehatan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan maupun penyakit jantung.

Selain mencatat kualitas udara tidak sehat, Jakarta juga kembali masuk dalam jajaran kota besar dengan polusi udara terburuk di dunia versi IQAir.

Pada Jumat pagi, posisi pertama ditempati Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, dengan AQI 161.

Baca juga: Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Tidak Sehat, Terburuk Keempat di Dunia

Di bawah Jakarta terdapat Lahore, Pakistan, dengan AQI 152, disusul Dhaka, Bangladesh di posisi keempat dengan AQI 129.

Posisi berikutnya ditempati Kampala, Uganda dengan AQI 119, kemudian Tel Aviv-Yafo, Israel dengan AQI 116, Singapura dengan AQI 114, Jerusalem, Israel dengan AQI 108, Teheran, Iran dengan AQI 107, serta Delhi, India di posisi ke-10 dengan AQI 99.

Tingginya tingkat polusi udara tersebut menunjukkan konsentrasi partikel pencemar di atmosfer Jakarta masih berada pada level yang dapat berdampak terhadap kesehatan apabila masyarakat terpapar dalam waktu lama.

Seiring kondisi tersebut, masyarakat disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama pada pagi hingga siang hari ketika kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat.

Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan juga dianjurkan untuk mengurangi paparan partikel PM2.5.

Selain itu, masyarakat dapat menutup jendela rumah apabila kualitas udara di lingkungan sekitar memburuk serta mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan hingga kondisi udara membaik.

Baca juga: Pakai Masker Saat Keluar Rumah, Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Terburuk Ketiga di Dunia

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Berdasarkan klasifikasi IQAir, kategori tidak sehat menunjukkan kualitas udara mulai berdampak bagi seluruh kelompok masyarakat.

Semakin tinggi nilai AQI, semakin besar pula risiko gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indonesia dan Belarus Sepakati Tujuh Kerja Sama, Ini Rinciannya
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemerintah Sebut Penyakit Tidak Menular Salah Satu Penyebab Utama Menurunnya Kualitas Hidup
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Udara Jakarta Tak Sehat Pagi Ini, Kini Terburuk Kedua di Dunia
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Dominasi Spanyol di Piala Dunia 2026: Lolos 16 Besar Usai Tekuk Austria 3-0
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Wawasan Polling SS: Rencana Pemerintah Ganti LPG ke CNG Direspon Beragam oleh Masyarakat
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.