IHSG Rawan Koreksi Hari Ini, Cermati Saham ADMR & BRMS Cs

bisnis.com
12 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) telah ditutup menguat dalam dua hari perdagangan beruntun. Pada hari ini, Jumat (3/7), IHSG diprediksi rawan akan terkoreksi. Sebagian saham seperti ADMR hingga BRMS dinilai masih punya peluang mendapatkan gain di saat indeks komposit diperkirakan melemah.

Tim Riset MNC Sekuritas menjelaskan bahwa dalam penguatan IHSG sebesar 0,87% pada penutupan Kamis (2/7), pasar didominasi oleh volume pembelian. Secara teknikal, posisi IHSG saat ini dinilai masih rawan terkoreksi.

"Best case posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv] pada skenario hitam, sehingga diperkirakan IHSG masih rawan koreksi menguji 5.472-5.540. Namun, cermati skenario merah di mana IHSG saat ini sedang membentuk bagian awal dari wave [v] dari wave 3," kata analis, Jumat (3/7/2026).

MNC Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak di level support 5.486 dan 5.317, serta level resistance di 6.007 dan 6.286.

Untuk rekomendasi, analis menyematkan buy on weakness terhadap saham ADMR dengan level masuk di Rp1.350-Rp1.375. Sementara target harganya di level Rp1.495 dan Rp1.595.

Pada perdagangan Kamis (2/7), ADMR terkoreksi ke Rp1.380 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Selama masih mampu berada di atas Rp1.330 sebagai stoplossnya, posisi ADMR diperkirakan sedang berada di awal wave [c] dari wave B.

Baca Juga

  • Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Jumat 3 Juli 2026
  • IHSG Ditutup Menguat ke 5.744, Bank Jumbo BBCA-BMRI Cs Kompak Cuan
  • Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Kamis 2 Juli 2026

Kemudian, analis MNC Sekuritas juga merekomendasikan buy on weakness untuk saham BRMS dengan level masuk di Rp398-Rp546, sementara target harga BRMS di Rp600 dan Rp725.  

"BRMS menguat 1,68% ke Rp484, namun disertai dengan munculnya tekanan jual. Saat ini, kami perkirakan posisi BRMS sedang membentuk bagian dari wave 5 dari wave (C)," ujarnya.

Selanjutnya, rekomendasi trading buy untuk saham RATU. Analis menyarankan pembelian dilakukan di level Rp5.075-Rp5.225 dengan target harga di Rp5.850 dan Rp6.175.

Dalam perdagangan terakhir RATU terkoreksi 5,41% ke Rp5.250 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Secara teknikal pergerakannya belum mampu menembus MA60, sehingga diperkirakan posisi RATU saat ini sedang berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [i] dari wave C.

Selain rekomendasi beli, MNC Sekuritas juga merekomendasikan sell on strength untuk saham INDF di level Rp6.900 sampai Rp6.975. Analis memperkirakan usah menguat lebih dari 2% dalam perdagangan terakhir, INDF berisiko terkoreksi.

"INDF menguat 2,65% ke Rp6.775 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Penguatan INDF mampu menembus MA60. Kami memperkirakan posisi INDF sedang membentuk bagian akhir dari wave [a] sehingga penguatannya akan relatif terbatas dan rawan koreksi membentuk wave [b] ke rentang Rp6.425-Rp6.550.

Sementara itu, tim riset Phintraco Sekuritas dalam daftar rekomendasi sahamnya hari ini menyematkan trading buy untuk INDY dengan target harga Rp2.000 dan Rp2.130. Kemudian, trading buy saham PGEO dengan target harga Rp930 dan Rp1.000.

Selain itu, analis juga merekomendasikan trading buy saham BNBR dengan target harga Rp109 dan Rp115. Lalu rekomendasi trading buy saham GJTL dengan target harga Rp1.200 dan Rp1.275.

Analis Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa secara teknikal, penguatan IHSG pada penutupan sebelumnya tertahan di MA5 pada kisaran level 5.760. Sementara itu, indikator MACD menunjukkan penguatan histogram positif diiringi potensi Death Cross pada Stochastic RSI di oversold area. 

"IHSG berpeluang konsolidasi di rentang level 5.700-5.800 pada perdagangan Jumat (3/7)," tulis analis.

------------------------

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jalan Panjang Holding Logistik Multi Teminal Indonesia Tekan Biaya
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Waspada Siklon Tropis Maysak, Gelombang Tinggi Intai Sejumlah Perairan
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Scaloni Bantah Argentina Bergantung pada Messi, Waspadai Kejutan Tanjung Verde di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
KMR Tarik 300 Ton Minyakita usai Laporan Dugaan Penurunan Kualitas
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
KPK Sita Uang Ratusan Juta dalam OTT Bupati Langkat
• 6 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.