JAKARTA, DISWAY.ID - Operasi penindakan terhadap jaringan peredaran narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis.
Seorang anggota Satresnarkoba Polres Katingan dilaporkan gugur, sementara dua personel lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang setelah tim kepolisian mendapat serangan dari sekelompok massa bersenjata.
Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Kamis, 2 Juli 2026 dini hari WIB saat aparat kepolisian melaksanakan operasi penangkapan terhadap terduga pelaku peredaran sabu di wilayah tersebut.
BACA JUGA:Tragedi Gempa Venezuela Makin Parah! Ribuan Keluarga Mengungsi, 1.430 Orang Meninggal
Berawal dari Laporan Warga soal Peredaran SabuOperasi digelar setelah kepolisian menerima informasi dari masyarakat mengenai aktivitas peredaran narkotika jenis sabu yang diduga melibatkan seorang residivis di Desa Tumbang Kalemei.
Tim gabungan bergerak dari markas pada Rabu 1 Juli 2026 sekitar pukul 21.00 WIB dan tiba di lokasi sasaran sekitar pukul 00.30 WIB pada Kamis dini hari WIB.
Sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi tersebut. Sembilan anggota bertugas sebagai tim penindakan langsung, sedangkan tiga personel lainnya ditempatkan sebagai tim pendukung di sekitar kawasan SMP setempat.
Dalam operasi itu, polisi memburu dua target utama yang diketahui berinisial BIO, seorang residivis kasus narkotika, serta rekannya yang berinisial BUSU.
Petugas sempat berhasil mengamankan BIO. Namun, situasi berubah menjadi ricuh setelah keluarga dan sejumlah warga diduga melakukan perlawanan terhadap aparat yang sedang menjalankan tugas.
BACA JUGA:Rekomendasi Wisata Morotai Maluku Utara, Jelajahi Indahnya Pantai Daloha yang Dijuluki Surga Tersembunyi
Aipda Yudhi Gugur, Dua Anggota Masih DicariBentrokan yang terjadi menyebabkan seorang anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhi Perdana Putra, gugur setelah mengalami luka akibat senjata tajam.
Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Aipda Yudhi yang meninggal saat menjalankan tugas memberantas jaringan narkotika.
Selain korban meninggal, dua anggota Polres Katingan lainnya, yakni Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, hingga kini masih dinyatakan hilang.
Keduanya diduga berupaya menyelamatkan diri dari kepungan massa saat situasi di lokasi operasi berubah tidak terkendali.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengatakan proses pencarian terhadap kedua personel tersebut masih terus dilakukan.
- 1
- 2
- »




