TEHERAN, KOMPAS.TV - Iran bersikeras semua kapal yang melewati Selat Hormuz harus melewati rute yang telah disetujui pihaknya.
Dalam pernyataannya pada Kamis (2/7/2026), komando militer gabungan Iran, Khatam Al-Anbiya, mengancam jika membandel tidak mengikuti instruksinya, maka konsekuensinya menghadapi respons keras.
Pernyataan Iran itu telah meningkatan tensi terkait jalur air krusial bagi pasokan energi global. Adapun Selat Hormuz menjadi salah satu masalah utama dalam negosiasi untuk mengakhiri perang AS-Iran.
Baca Juga: Mengarang Klaim Senjata Nuklir Iran, Benjamin Netanyahu Diserang Eks Jenderal Israel
“Setiap kegagalan untuk mematuhi, penyimpangan dari rute yang ditentukan, atau pengabaian terhadap protokol navigasi Republik Islam Iran di Selat Hormuz akan ditanggapi dengan respons langsung dan tegas dari angkatan bersenjata, yang membahayakan keamanan kapal-kapal yang melanggar,” bunyi pernyataan Komando Militer Khatam Al-Anbiya dikutip dari Associated Press.
Pernyataan itu juga akan menyebutkan bahwa campur tangan pasukan AS di Selat Hormuz akan ditanggapi dengan reaksi cepat dan tegas.
Pernyataan tersebut muncul setelah diplomat AS dan Iran bertemu dengan mediator di Qatar pada Rabu (1/7/2026).
Tidak jelas apa yang memicu peringatan Iran tersebut. Namun, komando militer AS telah mengeluarkan pernyataan tentang pertemuan dengan pejabat dari negara-negara Timur Tengah di Bahrain.
Namun, Komando Pusat militer AS (Centcom) telah mengeluarkan pernyataan tentang pertemuan dengan para pejabat dari negara-negara Timur Tengah di Bahrain.
Baca Juga: Netanyahu Bercanda Turun Berat Badan saat Tanggapi Perang dengan Hamas, Malah Berujung Dihujat
Penulis : Haryo Jati Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Associated Press
- selat hormuz
- iran
- khatam al-anbiya
- kapal yang melewati selat hormuz
- membandel





