Kabar air ajaib tiba-tiba muncul di bawah tanah teras rumah warga menggegerkan banyak orang. Setelah ditelusuri, air tersebut bukanlah air ajaib melainkan air yang muncul dari pipa Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang mengalami kebocoran.
Viral video perihal kabar air ajaib di media sosial. Pada video itu seseorang di dalam video menarasikan adanya air ajaib yang muncul saat musim kemarau. Video tersebut memperlihatkan warga berbondong-bondong membawa botol mineral dan jeriken sebagai tempat untuk mengambil air tersebut.
"Membawa berkah dan mengobati segala penyakit. Lokasi Dukuh Masin (Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, red). Air membawa berkah, muncul sumber air saat musim kemarau," kata seseorang di video tersebut.
Kepala Desa Kandangmas, Shofwan membenarkan adanya kabar tersebut. Lokasi munculnya air berada di RT 1, RW 14, Dukuh Masin, Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kejadiannya sekitar sepekan yang lalu.
"Kejadiannya sudah seminggu yang lalu. Lokasi tersebut memang sempat ramai, didatangi masyarakat yang mengira air ajaib," katanya saat dikonfirmasi kumparan, Jumat (3/7).
Menurutnya, warga mempercayai air tersebut ajaib dan bisa menyembuhkan penyakit karena muncul pada tanggal 10 Suro. Sehingga banyak yang mendatangi lokasi munculnya air yang berada di halaman teras rumah warga.
"Muncul airnya itu pas tanggal 10 Suro. Warga merasa kok bisa ada air muncul di bawah pondasi rumah warga. Ternyata setelah dicek itu berasal dari pipa Pamsimas yang bocor," terangnya.
Shofwan menyampaikan, saat ini pipa Pamsimas yang bocor itu telah diperbaiki. Masyarakat setempat sudah tidak ada lagi yang mendatangi lokasi tersebut.
"Intinya hanya kesalahpahaman saja. Jadi bukan air ajaib. Melainkan pipa Pamsimas yang bocor," imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Muria, Winarno menjelaskan, air yang muncul itu berasal dari pipa Pamsimas yang bocor. Ia menekankan, pipa air yang bocor itu bukan milik dari Perumda Tirta Muria (PDAM Kudus).
"Saya juga melihat video tersebut. Kejadiannya di Desa Kandangmas Kudus. Kemudian saya minta petugas mengecek, ternyata bukan pipa PDAM Kudus. Kami tidak memiliki jaringan pipa air di wilayah Desa Kandangmas," katanya kepada kumparan, Jumat (3/7).
Winarno menambahkan, setelah masyarakat mengetahui kalau air tersebut berasal dari pipa air yang bocor, lokasi area munculnya air tersebut tak lagi didatangi masyarakat. Ia membenarkan lokasi tersebut sempat ramai disambangi warga.
"Sempat dikira air ajaib. Tetapi sebenarnya itu pipa bocor di halaman teras rumah warga," terangnya.
Ia memastikan, pipa yang bocor itu bukanlah milik Perumda Tirta Muria (PDAM Kudus). Pihaknya berkomitmen apabila ada laporan pipa air yang bocor akan segera ditindaklanjuti.
"Kalau ada pipa kami yang bocor, maka kami segera perbaiki. Masyarakat bisa melaporkan melalui Whatsapp atau medsos ketika terjadi kebocoran pipa," imbuhnya.
Hal senada diungkapkan oleh Pengawas Transmisi dan Distribusi Perumda Tirta Muria (PDAM Kudus), Agus Santiko. Air yang muncul itu berasal dari pipa air Pamsimas yang bocor.
"Itu pipa Pamsimas yang bocor. Bukan pipa PDAM Kudus. Pihak yang melakukan perbaikan dari Pamsimas," ungkapnya.





